Lawatan Corona Bikin Rp1,3 Triliun per Hari Menguap dari DKI

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) agaknya masih berat mengambil langkah lockdown untuk menghentikan penyebaran virus corona. Saat ini, kebijakan yang ditempuh terbatas pada kerja (work from home) dan sekolah dari rumah, dan menghentikan operasional sebagian kegiatan ekonomi, seperti mal dan tempat hiburan, termasuk kegiatan ibadah berjemaah.

Kendati tidak menerapkan status lockdown, namun kalangan pengusaha mengibaratkan kebijakan social distancing Jokowi sebagai semi-lockdown alias karantina sebagian. Toh, perkantoran, pertokoan, pusat perbelanjaan pada akhirnya menutup operasional mereka karena kehilangan pengunjung.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menyebut kebijakan ini membuat bisnis lesu, terutama di kota besar.

“Kalau dulu awal penyebaran corona yang kena pariwisata, hotel, restoran, sekarang jadi menyeluruh, terutama hiburan di pusat kota. Sebentar lagi ramadan, mereka harus tutup lagi sebulan,” ucap Sarman, Senin (30/3).

BACA JUGA:  Jelang Akhir Tahun, Tarif Rokok Diperkirakan Naik

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta Widjaja Kamdani kebijakan tersebut dampaknya berat bagi dunia usaha.

Sementara, kapasitas dan fungsi masing-masing bisnis berbeda-beda. Misalnya saja, bank mau tidak mau masih bergantian mempekerjakan karyawan karena menyangkut transaksi keuangan masyarakat.

Pos terkait