BKSDA Kalsel Sosialisasi Pentingnya Perlindungan Flora dan Fauna

BKSDA Kalsel Sosialisasi Pentingnya Perlindungan Flora dan Fauna

Machrus sampaikan dukungan dan dorongannya agar kawasan Panjaratan dapat di jadikan sebagai Kawasan Ekosistem Essensial ( KEE ) bekantan.

” Dengan adanya KEE dan perlindungan TSL, diharapkan masyarakat dapat membentuk jejaring lokal berdaya saing internasional dalam pengelolaan lingkungan hidup ” harapnya.

BKSDA Kalsel Sosialisasi Pentingnya Perlindungan Flora dan Fauna2

Ditambahkannya, TSL yang sebagian berada di wilayah hutan konservasi, merupakan hewan dan tumbuhan endemik Kalimantan, sehingga di perlukan pengetahuan masyarakat umum agar dapat menjaga dan melindungi habitat dan populasi agar tidak mengalami penurunan drastis.
” Hal ini dapat dilihat dari paparan data dengan meningkatnya jumlah TSL, dari tahun 1999 sebanyak 294 jenis, kemudian melonjak menjadi 904 jenis di tahun 20818 ” jelas Mahrus.

Dijelaskannya, secara keseluruhan, sosialisasi yang di laksanakan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum, agar dapat membantu pemerintah meminimalkan bahaya kepunahan TDL dengan melakukan pemeliharaan TSL, menyerahkan TSL yang di lindungi dan mengajukan izin pemanfaatan atau pemeliharaan ke BKSDA Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan beberapa organisasi pegiat lingkungan yang konsen dalam konservasi bekantan Panjaratan, seperti Gahibta dan Yayasan Bakti Insan Borneo, Pemerintah Desa Panjaratan, Pemerintah Kecamatan Pelaihari, Forum Kawasan Esosistem Essensial ( KEE ), tokoh masyarakat dan pemuda.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Mukta

Pos terkait