Perayaan Natal, 3 Napi di Tanah Laut Diberi Remisi

  • Whatsapp
Perayaan Natal, 3 Napi di Tanah Laut Diberi Remisi

Wartaniaga.com, Pelaihari – Tiga warga binaan Rutan Klas IIB Pelaihari yang menganut agama Nasrani, menerima remisi untuk merayakan hari Natal bersama keluarga mereka.

Kepala rutan Klas IIB Pelaihari, Budi Suharto, mengungkapkan mereka yang diajukan mendapat hak remisi, seiring dengan perayaan Natal tahun 2019.

Ia berharap kepada warga binaan yang medapatkan remisi Natal, bisa menjadi hadiah tersendiri yang perlu di syukuri dan dijadikan sebagai semangat hidup lebih baik setelah bebas nanti.

3 Napi di Tanah Laut Diberi Remisi

Selain itu, lanjut Budi, jika ada narapidana yang melanggar aturan, maka remisiya ini bisa saja dibatalkan.

“Jumlah warga binaan yang mendapat remisi Khusus I (RK I ) hanya tiga orang. Mereka yang memperoleh remisi, Elke Elmy R, Marpaulus Tarigan serta Metty Yetty Rambing,” katanya.

BACA JUGA:  Cawagub Muhidin Bersilatuhami dengan Ulama HSU

“Masing-masing selama satu bulan setelah memenuhi sejumlah syarat,” tambah Budi.

Budi membeberkan pemberian remisi, karena dinilai telah menunjukkan perubahan lebih baik. Mereka terpantau berperilaku baik selama menjalani proses masa pembinaan di dalam rutan.

Lebih lanjut ia berharap, dengan adanya pengurangan masa hukuman yang diberikan pemerintah pada perayaan Natal dapat dijadikan sebagai momentum untuk berbuat lebih baik lagi.

Apalagi Berkah Natal, lanjutnya harus dijadikan sebagai renungan dan pegangan untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

“Agar kedepannya para narapidana bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Adapun ketiga warga rutan itu Elke Elmy R, Marpaulus Tarigan serta Metty Yetty Rambing, tidak bisa menutupi rasa bahagia saat menerima pemberian remisi khusus I ( RK I ) tersebut.

BACA JUGA:  Cegah Penyalahgunaan, Semua Mobil Dinas Diberi Stiker

Ketiganya adalah Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) Rutan Klas IIB Pelaihari beragama Nasrani yang mendapatkan Remisi Khusus I ( RK I ), masing-masing mendapatkan remisi selama satu bulan.

Metty Yetty, salah seorang WBP yang mendapatkan remisi mengatakan, dirinya bersama dua orang rekannya merasa sangat bahagia dan tidak menyangka akan mendapatkan remisi tersebut. Ia bersama dua orang rekannya tersebut sudah menjalani hukuman selama satu tahun satu bulan karena kasus 363 KUHP.

“Terima kasih kepada pihak Rutan yang telah memberikan remisi kepada kami, semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami kedepannya,” tutur Metty.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Pos terkait