Cerita Asrudin, Pria Paruh Baya Pemahat Kayu Terampil

pengrajin

Wartaniaga.com, Pelaihari – Puluhan perabotan dapur dan rumah tangga yang berbahan dasar kayu ulin berjejer rapi di rumah pria paruh baya bernama Asrudin (50), warga Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut.

Walaupun sudah menginjak usia senja, tangan Asrudin tetap cekatan dan terampil menggunakan peralatan sederhana miliknya berupa pahat untuk menyulap kayu ulin menjadi peralatan rumah tangga maupun perabotan dapur.

kreasi tanpa batas pria paruh baya

Asrudin atau akrab disapa Amang Udin mengaku menekuni pekerjaan sebagai pembuat berbagai peralatan rumah tangga dari limbah kayu ulin tersebut sudah sejak tiga tahun yang lalu.

Berbagai peralatan rumah rumah tangga seperti cobek, spatula, alu, ulekan, piring dan lain sebagainya mampu tercipta dari tangan terampilnya.

Menurut Amang Udin, bahan baku limbah kayu ulin diperolehnya dari beberapa lokasi pembuatan kusen dan pagar yang ada di wilayah Tanah Laut.pengrajin cobek

Meski menggunakan peralatan sederhana namun hasil karya Amang Udin sangat halus dan rapi. Hal tersebut terlihat dari berbagai macam hasil karya yang terpajang di ruang kerjanya.

Untuk pemasaran saat ini hanya mengandalkan pembeli yang datang kerumah atau pesan melalui media sosial milik putra sulungnya.

“Untuk masalah pemasaran, saya serahkan semua kepada Jhony Fink, anak saya,” beber Amang Udin.

Putra pertama Amang Udin, Jhony Fink mengatakan, saat dilakukan pemasaran memang beberapa produk pernah dibeli konsumen dari Banjarbaru, Banjarmasin bahkan sampai ke pulau Jawa.

Selain itu dirinya juga menawarkan produk kerajinan orang tuanya melalui media sosial seperti facebook, namun hal tersebut belum bisa maksimal.

Ia berharap ada pihak yang bisa menampung hasil kerajinan mereka. “Kami berharap ada yang bisa membantu, baik dari segi pemasaran ataupun peralatan, karena alat yang kami gunakan sangat sederhana ” ujarnya.

Disebutkannya, harga peralatan rumah tangga yang mereka produksi sangat bervariasi, mulai harga Rp10 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung dari bentuk dan besar kecilnya peralatan.

“Untuk harga bervariasi, seperti ulekan 10 ribu, spatula 20 ribu, cobek 100 ribu sampe 180 ribu,” papar Jhony Fink.

Ditambahkannya, saat ini keluarganya termasuk dalam keluarga penerima Program Keluarga Harapan ( PKH ), dengan hal tersebut sudah jelas bahwa mereka termasuk dalam keluarga yang kurang mampu.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Pos terkait

banner 468x60