Tindak Tegas, Dewan Sikapi Mahalnya Harga Cabai dan Ayam

  • Whatsapp
Mahalnya Harga Cabai

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Imbas kerugian yang dialami pedagang akibat naiknya harga pokok pangan di pasar Bauntung Kota Banjarbaru seperti cabai dan ayam potong, membuat Wakil Ketua II DPRD Kota Banjarbaru, H. Napsiani Samandi angkat bicara.

Ia menilai, tingkat mahalnya harga pangan yang saat ini masih dialami pedagang maupun pembeli di Banjarbaru membuat mereka banyak rugi dalam menjajakan usaha pangannya. Bahkan, hal ini yang cukup mengkhawatirkan.

“Untuk masalah ini kami akan panggil Disdag Kota Banjarbaru dan mendiskusikannya, jangan sampai harganya melambung naik lagi,” ujarnya kepada Wartaniaga.com diruang kerjanya, Kamis (07/11).

Kerugian Pedagang Akibat Mahalnya Harga Cabai di Pasar

Mahalnya Harga Cabai

Napsiani menjelaskan, hal tersebut tidak terlepas dengan yang dialami sejumlah pedagang lain di Indonesia. Namun, disikapinya, bahwa keinginan masyarakat akan adanya lonjakan tersebut harus dilihat berdasarkan dari unsur pendapatannya bukan mengikuti harga pasar lain.

BACA JUGA:  80 Toko Terpaksa Disegel Sepanjang 2019

“Nanti kami akan merumuskan masalah kenaikan harga ini supaya tidak ada keluhan-keluhan lagi,” bebernya.

Ia menyebutkan, apabila tidak ada kejelasan kinerja dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Banjarbaru sendiri, maka pihak DPRD Kota Banjarbaru akan menekan agar supaya kestabilan harga yang di inginkan masyarakat dan pedagang dapat terealisasi.

“Di tindak donk, yang namanya kewajiban kenapa tidak dikerjakan,” pungkasnya.

Mahalnya Harga Cabai Mengakibatkan Para Pedagang dan Pembeli Mengeluh

Sebelumnya, Napsiani mengungkapkan, dari permasalahan ini pihaknya akan tetap pegang prosedur standart Disdag, dalam menjelaskan akibat kenaikan yang mengakibatkan para pedagang dan pembeli mengeluh harga yang begitu fantastis.

“Yang pasti kami beri waktu dulu mereka dalam menjelaskan habis baru cari solusinya sama-sama didalam rapat kerja nantinya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Keramba Menjamur di Banua Anyar Langgar UU Sungai

Ia menjelaskan kembali, harga yang sebenarnya bukan berasal dari Banjarbaru harusnya tidak harus mengikuti seperti harga Nasional.

“Setelah semua beres maka kami akan langsung turun kelapangan untuk melakukan pengecekan,” ungkapnya

Selain itu, melihat Kelengkapan Alat Dewan (AKD) sudah terbentuk, maka pihaknya akan lebih memaksimalkan pekerjaannya yang sudah jauh ketertinggalan. Akan tetapi, pihak DPRD Kota Banjarbaru tetap optimis untuk melakukan kinerjanya sebagai perwakilan rakyat daerah.

“Alhamdulillah, komisi I hingga III sudah terbentuk dari beberapa fraksi, tinggal pengesahan dan perumusan saja lagi, tapi kalau perbedaan pendapat itu pasti, namun tetap tujuannya harus sama,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor      : Hamdani
Foto        : Riswan

Pos terkait