Loading...
2.025 views

Cerita Miris, Wanita Warung Jablai Terpaksa Melakoni ‘Itu’ Demi Sesuap Nasi

Warung Jablai
Loading...

Wartaniaga.com, Pelaihari – Menebar senyum seraya pandangan yang dalam, dibalik meja berukuran 1×2 meter yang digunakan untuk berdagang cemilan serta minuman instan seperti kopi, teh dan susu dalam ukuran sachet, SF tampak telaten menjamu tamu para lelaki mata keranjang.

Mengenakan pakaian berwarna biru, Wanita berperawakan montok itu telaten mengumbar rayuan manja, sejatinya janda yang memiliki tiga orang anak itu sudah sejak 8 tahun silam menggeluti usaha warung pas atau yang kerap disebut warung jablai.

“Saya berjualan sejak tahun 2011 mas,” kata SF kepada wartaniaga ketika ditemui di warung miliknya di jalan A. Yani Desa Ambungan, Jumat (15/11). malam.

SF mengungkapkan sudah sejak tahun 2011 pula ia menjadi seorang janda dan melakoni bisnis tersebut, dirinya yang seorang janda itu harus menjadi tulang punggung bagi 3 orang anaknya.

Warung Jablai yang Buka dari Jam 3 Sore Sampai Jam 2 Malam Mendapat Himbauan dari Pihak Kepolisian

SF tidak menampik banyak pandangan negatif terhadap dirinya, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk melakukan pekerjaan tersebut, menurutnya selama pekerjaan yang dilakoninya tidak merugikan orang lain, dan bisa membawa diri, dia akan tetap berjualan sampai ada pekerjaan yang lebih layak.

“Pelanggan itu bermacam – macam mas apalagi begitu tau saya janda, tapi alhamdulilah banyak yang sopan, walau terkadang ada juga yang iseng, tapi kita kasih penjelasan dengan sopan dan sambil bercanda, supaya tidak tersinggung,” ucapnya.

SF mengungkapkan warung jablai buka dari jam 3 sore sampai jam 2 malam, ia menyebutkan sebenarnya sudah ada himbauan dari pihak Kepolisian dan aparat desa agar warung buka hanya sampai jam 12 malam, apabila lewat dari jam 12 malam maka sudah diluar tanggung jawab mereka, namun karena para sopir – sopir truk justru melintas dan mampir rata – rata diatas jam 12 malam, sehingga ia dan beberapa rekan warung lainnya memilih bertahan untuk tetap buka hingga jam 2 malam.

BACA JUGA:  Program Pemerintah Jokowi-JK Pro Rakyat

“Dulu sering sih ada yang mabuk dan berkelahi, tapi sekarang sudah berkurang, kalau ada keributan biasanya pihak kepolisisan dan aparat desa segera datang,” jelasnya.

Warung Jablai yang Terlihat Sederhana Namun Memiliki Resiko yang Sangat Tinggi

SF mengaku sebenarnya kalau ada pekerjaan yang lebih baik dan tidak mengandung resiko tinggi, dirinya tidak akan bekerja seperti ini.

“Tapi mau bagaimana lagi mas, tuntutan perut, sebenarnya kasihan anak – anak, melihat ibunya setiap malam begadang menemai tamu ngopi,” tambahnya.

Loading...

Adapun U (22) remaja belia yang menjadi partner SF menyebut dirinya yang ikut bersama SF sejak tahun 2013 tidak menggunakan sistem gaji, namun bagi hasil, berapa penghasilan bersih malam itu mereka bagi dua.

BACA JUGA:  Dengar Aspirasi Konstituen, Bang Dhin Gelar Reses

Sementara itu, disepanjang jalur tersebut ada sekitar 3 warung sejenis yang masih buka terpantau oleh wartaniaga.com dan beberapa warung jablai lainnya sudah tutup.

Mereka hanya mengais sedikit rejeki ditengah malam, guna memenuhi tuntutan perut dan biaya sekolah anak, tidak jarang image jelek melekat kepada mereka, namun bila kita gali lebih dalam sebenarnya mereka juga tidak ingin melakukan pekerjaan tersebut,

Terlihat sederhana, namun memiliki resiko yang cukup tinggi, selain terkadang ulah pengunjung yang tiba – tiba datang dalam keadaan mabuk, berkelahi dan yang jelas adalah pandangan negatif dari masyarakat.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *