logo wartaniaga

Cerita Kai Api yang Dulunya Atlet Lari

Cerita Kai Api yang Dulunya Atlet Lari

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Bak seorang pemuda yang memiliki semangat tinggi, sosok pria berusia 8 dekade yang dikenal kebal dengan api ini tak pernah menyerah untuk terus berkarya menghibur masyarakat di Kota Banjarmasin.

Pria bernama lengkap Muhammad Arsyad yang kerap dikenal dengan Kai Api ini tak disangka dulunya beliau memiliki segudang prestasi dibidang olahraga lari yang pernah di juarainya. pencapaian tertinggi yakni tingkat Asia juara ke 2 pada 25 tahun silam.

“Medali emas yang kai (red kakek) raih semasa muda dulu, dan piagam beserta fotonya ada dirumah,”ucapnya kepada wartaniga.com, Minggu (6/10).

Atraksi Kai Api ini sering menjadi tontonan spektakuler bagi masyarakat Banjarmasin yang kerap dilakoninya setiap malam Minggu dan Minggu pagi di Siring Menara Pandang, Jalan Pierre Tendean Banjarmasin.

BACA JUGA:  Youtuber Banua Ipul Harry Bisa Raup 10 Juta

Cerita Kai Api yang Dulunya Atlet Lari

Kai Arsyad mengungkapkan dirinya sudah 17 tahun ini berprofesi sebagai kakek yang kebal dalam melakukan permainan api. atas dedikasinya terhadap masyarakat Banjarmasin yang sering memberikan hiburan luar biasa, Kai Api sudah pernah 2 kali ibadah Umroh.

“Kai sudah 2 kali Umroh, pertama di berangkatkan anak yang kedua di berangkatkan oleh Hitam Putih Trans 7, Alhamdulillah bahagia senang sekali bisa melaksanakan Umroh,” ujarnya.

Sementara itu, Kai Api penghibur warga Banjarmasin ini mempunyai 10 orang anak dan 23 orang cucu, namun dirinya hanya tinggal berdua dengan sang isteri.

Adapun budget untuk melayani hajatan dari masyarakat, Kai Api membanderol tarif dari Rp5 hingga Rp7 juta persekali atraksi sesuai durasi yang di pertunjukkan, Disisi lain atraksi di Menara Pandang kai rutin mendapat 2 juta perhari dengan modal membeli minyak gas Rp 800ribu.

BACA JUGA:  Malam Jum’at Paling Laku, Begini Cerita Penjual Kembang Sudimampir

“Alhamdulillah bersyukur rezeki yang di berikan dan bisa menghibur masyarakat, dan yang penting diri kita jangan pernah ada sifat sombong dan selalu berserah kepada Allah swt,”tutupnya.

Reporter : Aya
Editor : Mukta
Photo : Aya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *