Warga Desa Bajayau Somasi PT SAM

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kandangan – Warga Desa Bajayau RT 4 RW 2 Kec Daha Barat Kab HSS, akan menggugat PT. Subur Agro Makmur (PT. SAM), pasalnya sejak beroperasi tahun 2007 hingga sekarang perusahaan sawit ini diduga telah menyerobot ratusan hektar tanah masyarakat di desa itu, dan warga hanya menerima janji – janji semata, mulai rencana dijadikan plasma hingga penggantian atas lahan yang dimilikinya.

Melalui kantor hukum Boneo Law Firm, Warga desa Bajayau menuntut perusahaan untuk mengganti tanah mereka yang sudah puluhan tahun tidak ada kepastian hukum.

Sebagaimana yang diungkapkan M. Aini mantan pembakal kepada wartawan bahwa sejak beroperasinya PT. SAM ini telah banyak mendatangkan mudharat bagi warga desa Bajayau, karena selama ini akibat yang ditimbulkan nya lahan pertanian mulai tidak produktif lagi bahkan ikan – ikan pun jadi mati.

BACA JUGA:  Eratkan Silaturahmi, Keluarga Besar RS Sari Mulia Berbuka Puasa Bersama
Direktur borneo law firm, fazri didampingi beberapa tokoh masyarakat saat memberikan keterangan pada wartawan
Tanda tangan surat kuasa dari masyarakat kepada kantor hukum borneo law firm , selasa (25/6)

“Kami sudah memberikan kuasa hukum, ke Borneo Law Firm untuk memperjuangkan hak – hak kami, dan dalam waktu dekat ini gugatan hukum akan dilakukan”, ujar Aini.

H.M. Yusuf salah satu tokoh masyarakat desa Bajayau mengungkapkan pihaknya sudah seringkali menanyakan persoalan ini kepada perusahaan tetapi selalu tidak mendapat jawaban.

“Persoalan ini sudah bertahun-tahun tidak pernah dihiaraukan perusahaan, bahkan kami juga sudah minta bantuan pemkab HSS tetapi hasilnya sama saja, nihil “ ucapnya kepada sejumlah wartawan disela – sela penyerahan surat kuasa kepada Borneo Law Firm
Diungkapkan mantan Ketua MUI Kecamatan Daha Barat ini, lebih dari 200 hektar tanah masyarakat desa yang saat ini dikuasi perusahaan tanpa ganti rugi.

BACA JUGA:  Pimpinan Sementara DPRD Kalsel, Minum Tolak Angin Saat Paripurna

“ Tuntutan kami hanya satu, bayar tanah kami yang selama ini dikuasa perusahaan” ucap pria 65 tahun ini.
Sementara itu, H. Daham mengatakan jika dinilai dengan uang sudah ratusan juta kerugian yang diderita masyarakat desa Bajayau.

“ Tanah dan air kami rusak, sekarang sudah tidak bisa lagi menangkap ikan dan bercocok tanah karena sudah tercemar limbah” ucap salah seorang tokoh masyarakat desa Bajayau ini.

Diutarakannya, sejak kehadiran PT. SAM di desa Bajayau, menurut mereka pihak perusahaan ini bukannya memperbaiki kehidupan ekonomi tetapi sebaliknya lahan persawahan masyarakat rusak.
Sementara itu, Direktur Borneo Law Firm, Muhammad Fazri SH MH mengungkapkan pihaknya akan melakukan pendampingan dan upaya hukum untuk memperjuangkan hak masyarakat desa Bajayau.

BACA JUGA:  PD PAL Akan Garap Limbah Konvensional

“ Setelah semua surat kuasa ini ditanda tangani, kami akan melakukan somasi ke PT SAM karena dari analisa yang kami lakukan ada kerugian material dan inmaterial bagi masyarakat” terangnya.

Fazri menilai perusahaan telah melanggar KUH Perdata pasal 1365, untuk itu pihaknya akan melayangkan somasi terhadap perusahaan.
“ Berdasarkan SOP (standar operation prosedur, red) kantor kami, jika sampai 2 kali kami somasi dan perusahaan tidak mengindahkan, maka kami akan menggungat ke Pengadilan Negeri HSS” ancamnya.

Meskipun demikian, dirinya berharap ada itikad baik dari perusahaan untuk memberikan keadilan kepada masyarakat desa Bajayau. “Kami berharap persolaan ini bisa cepat selelsai dan tidak harus diselesaikan pada tingkat pengadilan” tandasnya. (Tim)

 

Reporter : Alfian Noor

Editor : Y Erwanda

Foto : Alfian Noor

Pos terkait