Siswa Sesko TNI Turun Cari Solusi Karhutla di Barito Kuala, Bupati Soroti Dampak Kabut Asap

Bupati Bahrul Ilmi saat menyambut kedatangan Siswa Sesko TNI di Rumdin Jl. P Antasari Marabahan (Foto : Penrem 101/Ant)

Wartaniaga.com, Barito Kuala — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Kuala terus menjadi perhatian. Di tengah ancaman asap dan sulitnya pemadaman di sejumlah wilayah, upaya mencari solusi tidak hanya dilakukan pemerintah daerah dan petugas di lapangan, tetapi juga melibatkan para Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.

Para Siswa Sesko TNI melakukan audiensi dengan Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., di Rumah Dinas Bupati Barito Kuala, Jalan Pangeran Antasari Nomor 01, Marabahan, Kamis (3/9).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan penyuluhan sekaligus pengumpulan data untuk menggali kondisi Karhutla secara langsung, termasuk berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan penanganan di lapangan.

Tim Siswa Sesko TNI dipimpin Kolonel Inf Asep selaku Pembina dan Kolonel Mar Bondan W selaku Ketua Tim. Rombongan turut didampingi Kolonel Adm Kukuh S, Kolonel Arm Krisrantau, Kolonel Inf Ahmad Alam, Kolonel Inf Jemi Oktis Oil, serta Kolonel Inf Andi Afandi.

Kedatangan mereka diterima langsung Bupati Barito Kuala, didampingi Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., Kepala BPBD Barito Kuala Mirwan Efendi Siregar, S.T., serta perwakilan BPN Barito Kuala.

Ketua Tim Siswa Sesko TNI, Kolonel Mar Bondan, mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar audiensi. Para Perwira Siswa ingin memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi Karhutla sekaligus menggali langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat pencegahan.

“Kami datang ke Kalimantan Selatan untuk membantu penanganan Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah. Kehadiran kami juga dalam rangka silaturahmi, mengambil data, mengajukan beberapa pertanyaan, serta mencari solusi dan upaya-upaya pencegahan Karhutla,” ujarnya.

Sebelum turun ke daerah, para Perwira Siswa Sesko TNI telah mendapat pengarahan dari Danrem 101/Antasari mengenai kondisi kewilayahan dan perkembangan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Mereka kemudian dibagi dalam kelompok kecil beranggotakan sekitar empat hingga lima orang untuk melakukan penyuluhan, peninjauan, serta pengumpulan data di sejumlah wilayah.

Selain Barito Kuala, kegiatan serupa juga dilakukan di Kabupaten Tanah Laut, Tapin, Banjar, dan sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Selatan.

Khusus di Barito Kuala, tim telah meninjau sejumlah wilayah yang terdampak Karhutla, di antaranya Kecamatan Rantau Badauh, Barambai, dan Jejangkit.

Menurut Bondan, Karhutla menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius karena dampaknya tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Kebakaran lahan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, keamanan, hingga keselamatan warga.

“Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan. Data dan masukan yang kami dapatkan nantinya menjadi bahan untuk melihat permasalahan sekaligus upaya yang dapat dilakukan dalam penanganan dan pencegahan Karhutla,” katanya.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi mengapresiasi keterlibatan Siswa Sesko TNI dalam upaya membantu pemerintah daerah menghadapi persoalan Karhutla.

Menurutnya, kondisi Karhutla di Barito Kuala masih membutuhkan penanganan secara intensif. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah bahkan mulai dirasakan masyarakat dan berpotensi mengganggu kesehatan.

“Dampak Karhutla tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang dirasakan di berbagai wilayah Kabupaten Barito Kuala,” jelasnya.

Barito Kuala merupakan salah satu dari tujuh daerah di Kalimantan Selatan yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Daerah lainnya yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Bumbu.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga telah memperkuat penanganan melalui pendirian sejumlah posko terpadu. Salah satunya Posko Terpadu Sampurna Jejangkit di Kecamatan Jejangkit yang digunakan untuk memantau sekaligus menangani titik api.

Namun, upaya pemadaman masih menghadapi tantangan. Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, jauhnya sumber air, luasnya lahan yang terbakar, hingga kondisi angin menjadi sejumlah kendala yang harus dihadapi petugas.

Karena itu, Bupati mengajak masyarakat mengambil peran dalam mencegah kebakaran sejak dini, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar lahan. Selain itu, gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan karena kondisi kabut asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan,” pesannya.

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan penggalian informasi mengenai kondisi Karhutla di Barito Kuala. Di penghujung kegiatan, Bupati Bahrul Ilmi menyerahkan cinderamata kepada Tim Siswa Sesko TNI sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan dan dukungan terhadap upaya penanganan Karhutla.

Melalui kegiatan tersebut, para Perwira Siswa Sesko TNI diharapkan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan Karhutla di Barito Kuala, mulai dari kondisi di lapangan, dampak terhadap masyarakat, hingga kendala dalam penanganannya.

Data dan masukan yang dihimpun selanjutnya menjadi bahan untuk merumuskan langkah pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih efektif, sehingga ancaman kebakaran dan kabut asap dapat ditekan sebelum dampaknya semakin meluas.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait