Wartaniaga.com, Tapin – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Kesadaran untuk mencegah munculnya titik api perlu dibangun sejak dini, termasuk melalui lingkungan sekolah dan generasi muda.
Pesan itulah yang dibawa Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI Dikreg 56 Tim 2 saat menyambangi Kabupaten Tapin, Kamis (3/9).
Sebanyak 250 pelajar SMA Negeri 1 Rantau mendapat edukasi mengenai pencegahan dini, penanganan, hingga dampak Karhutla terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin Kadep Manajemen Sesko TNI Marsma Syaid Haryana. Ia mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengetahui bahaya karhutla, tetapi juga memahami bagaimana melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Marsma Syaid Haryana.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh para pelajar diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Mereka juga dapat menjadi penyambung informasi kepada keluarga, teman sebaya hingga masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, para siswa ini bisa menjadi agen yang ikut menyosialisasikan pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing,” katanya.
Dalam kegiatan penyuluhan, para siswa diperkenalkan dengan berbagai potensi penyebab Karhutla serta dampaknya. Mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Bagi Pasis Sesko TNI, edukasi merupakan bagian penting dari strategi pencegahan. Penanganan Karhutla dinilai tidak boleh hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar, tetapi harus dimulai dari upaya mengurangi potensi munculnya api.
Gali Persoalan Karhutla dari Pemerintah Daerah
Usai memberikan edukasi kepada pelajar, Tim 2 Pasis Sesko TNI Dikreg 56 melanjutkan kegiatan dengan menggali berbagai persoalan Karhutla langsung dari Pemerintah Kabupaten Tapin.
Audiensi berlangsung di Kantor Bupati Tapin dan dihadiri Bupati Tapin H Yamani, Wakil Bupati H Juanda, Dandim 1010 Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, Kepala BPBD Kabupaten Tapin H M. Noor, serta jajaran Pasis Sesko TNI Dikreg 56.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menggali data, pengalaman dan berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam mencegah maupun menangani Karhutla di wilayah Tapin.
Marsma Syaid Haryana mengatakan, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan kajian Pasis Sesko TNI.
“Kami mendapatkan berbagai masukan dan data dari pemerintah daerah yang nantinya akan menjadi bahan kajian. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan karhutla ke depan,” jelasnya.
Lahan Kosong Jadi Perhatian
Persoalan Karhutla juga dilihat dari sisi pengelolaan lahan. Tim 2 Pasis Sesko TNI melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor BPN Kabupaten Tapin dan diterima Kasi 2 Penetapan Hak dan Pendaftaran, Ahdi Fahtoni, bersama jajaran.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan lahan kosong di sekitar permukiman warga, terutama lahan yang pemiliknya berdomisili di luar daerah.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena lahan yang tidak terawat dapat menjadi salah satu kawasan rawan kebakaran, khususnya saat musim kemarau.
Pasis Sesko TNI memberikan masukan agar pemilik lahan tetap memiliki tanggung jawab terhadap kondisi tanah miliknya, termasuk melakukan pemeliharaan dan langkah pencegahan dini.
“Pemilik lahan juga perlu dilibatkan dalam upaya pencegahan. Jangan sampai lahan kosong yang berada di sekitar permukiman justru tidak terurus dan kemudian menjadi titik rawan kebakaran,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan di Tapin tersebut menjadi bagian dari upaya Pasis Sesko TNI Dikreg 56 melihat persoalan Karhutla secara lebih menyeluruh.
Pencegahan tidak hanya berbicara tentang pemadaman api, tetapi juga menyangkut edukasi masyarakat, penguatan koordinasi pemerintah, pengelolaan lahan serta keterlibatan generasi muda.
Dari sekolah hingga pemerintah daerah, pesan yang dibawa Pasis Sesko TNI cukup jelas: Karhutla harus dicegah sebelum api muncul.
Dengan keterlibatan pemerintah, aparat, pemilik lahan, sekolah, pelajar dan masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak dari sumbernya.
Editor : Eddy Dharmawan



















