Wartaniaga.com, Puruk Cahu – Edukasi perpajakan terus diperluas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada generasi muda. Melalui Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Puruk Cahu, program Tax Goes to Campus (TGTC) kali ini menyambangi Akademi Kebidanan (Akbid) Murung Raya, Selasa (15/9).
Akbid Murung Raya menjadi perguruan tinggi pertama di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, yang menjadi lokasi pelaksanaan program TGTC. Kegiatan tersebut diikuti 37 mahasiswi bersama civitas akademika Akbid Murung Raya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DJP menanamkan inklusi kesadaran pajak sejak bangku pendidikan. Para peserta diajak memahami dasar-dasar perpajakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta manfaat penerimaan pajak yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran tim KP2KP Puruk Cahu mendapat sambutan antusias dari civitas akademika Akbid Murung Raya. Momentum tersebut juga bertepatan dengan Akbid Murung Raya yang tengah menyambut mahasiswi baru dan bersiap meluluskan angkatan pertamanya pada tahun depan.
Materi perpajakan disampaikan secara interaktif dan komunikatif. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban perpajakan, fungsi APBN, hingga pemanfaatan penerimaan pajak untuk mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta berbagai fasilitas publik.
Tak hanya mengenalkan kewajiban perpajakan, peserta juga diajak melihat bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam pembangunan bangsa melalui pajak.
Bagi para mahasiswi yang dipersiapkan menjadi bidan dan tenaga kesehatan, pemahaman tersebut dinilai penting karena profesi mereka nantinya akan bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala KP2KP Puruk Cahu, Haris Fuad Alasyhari, mengatakan edukasi perpajakan kepada generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kesadaran dan kemandirian bangsa.
“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bekal agar mereka siap melangkah tidak hanya sebagai profesional di bidangnya, tetapi juga sebagai pahlawan pembangunan di era modern melalui pajak. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud gotong royong kita bersama untuk membangun sarana kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik yang dinikmati masyarakat luas,” ungkap Haris.
Menurutnya, pemahaman mengenai pajak penting dikenalkan sejak dini, termasuk kepada mahasiswa yang kelak memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu mahasiswi Akbid Murung Raya, Nur Naila Kartini, mengaku materi yang disampaikan mudah dipahami karena dikemas secara menarik dan komunikatif.
“Sangat seru dan edukatif, pembicaranya komunikatif, dan materi perpajakan yang awalnya terasa rumit jadi lebih mudah dipahami. Semoga kegiatan ini bisa diadakan secara rutin,” ujar Nur Naila.
Melalui program Tax Goes to Campus, DJP terus mendorong perluasan edukasi perpajakan di kalangan generasi muda. Penanaman kesadaran pajak sejak bangku pendidikan diharapkan mampu membentuk generasi yang memahami peran pajak dalam pembangunan sekaligus siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Editor : Eddy Dharmawan



















