Wartaniaga.com,Banjarmasin – H Aftahuddin resmi terpilih untuk memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin periode 2026–2031. Pemilihan tersebut dilaksanakan dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026) di Hotel Harper, Banjarmasin.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, serta dihadiri oleh sejumlah jajaran pengurus PMI Banjarmasin dan pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kota Banjarmasin.
Menanggapi kabar burung yang beredar mengenai keabsahan pelaksanaan Muskot pada 12 Juli ini, Kepala Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said menegaskan bahwa seluruh proses jalannya musyawarah telah memenuhi ketentuan hukum organisasi yang sah.
“Yang menentukan legal atau tidak itu bukan tanggal, namun dari tata cara penyelenggaraan. Dari penyelenggaraan sudah jelas bahwa dari pengurus lama sudah menunjuk panitia,” ujar Sudirman.
Sudirman juga menjelaskan lebih lanjut bahwa muskot ini dihadiri oleh pihak-pihak yang memiliki mandat resmi, yakni pengurus kecamatan. Selain itu, pihak pengurus tingkat provinsi juga telah diundang sehingga seluruh unsur persyaratan telah terpenuhi.
“Mengingat tata cara persidangan juga telah dibahas dan dipenuhi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), maka ini adalah proses yang sah,” jelasnya.
Sudirman mengungkapkan bahwa biasanya pengurus pusat hanya mendatangi musyawarah di tingkat provinsi. Namun, langkah ini diambil lantaran pelaksanaan Muskot Banjarmasin telah mengalami penundaan yang berulang kali.
“Demi menghindari adanya kemandekan atau kevakuman roda organisasi, PMI Pusat memutuskan untuk turun langsung setelah memperoleh surat laporan dari PMI Banjarmasin,” ungkap Kepala Bidang Organisasi tersebut.
Sebelumnya, PMI Pusat juga telah mengirimkan surat ke PMI Provinsi agar segera melaksanakan Muskot Banjarmasin. Maka dari itu, Kehadiran pihak pusat bertujuan memastikan seluruh pelaksanaan berjalan sesuai aturan dan AD/ART.
“Maka dari itu sekarang kami datang untuk meyakinkan bahwa seluruh pelaksanaan sudah sesuai aturan dan ad art sehingga ketua yang terpilih dalam Muskot ini menjadi ketua yang sah, Legitimate dan bisa segera membentuk pengurusan,” tegasnya.
Sudirman turut membantah keras kabar yang menyatakan bahwa penundaan Muskot sebelumnya merupakan arahan atau hasil koordinasi dengan pihak pusat.
“Tidak, kebalik itu. Justru malah kami yang bertanya kenapa harus ditunda-tunda jika bisa dilaksanakan segera sesuai persyaratan,” tegas Sudirman.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Banjarmasin terpilih, H Aftahuddin, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diamanatkan kepada dirinya. Ia berharap dapat membawa PMI Kota Banjarmasin menjadi lembaga yang lebih kuat.
Ia juga berharap dapat membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota demi memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Dalam kepengurusan yang baru ini, Aftahuddin memaparkan sejumlah program prioritas yang akan segera dijalankan. Salah satu fokus utamanya adalah pengadaan UPD mengingat saat ini PMI Banjarmasin belum memiliki fasilitas tersebut.
“Insyaallah kita akan menyiapkan lahan untuk mendirikan UPD. Yang kedua tentang limbah sampah kesehatan, akan kita kelola bekerja sama dengan PMI Surabaya untuk melaksanakan itu. Yang ketiga akan meningkatkan pelayanan donor darah, jadi kita akan lebih optimalkan pelayanan donor darah,” pungkasnya.
Reporter: Krisna
Editor: Hariyadi



















