Setwan Kalsel Belajar ke Bali, Perkuat Strategi Kehumasan dan Kemitraan Media di Era Digital

Wartaniaga.com, Denpasar – Di tengah derasnya arus informasi digital dan berkembangnya berbagai opini di ruang publik, pengelolaan media dan komunikasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan. Tidak hanya berfungsi menyebarluaskan informasi, kehumasan pemerintah juga dituntut mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, edukatif, dan berimbang.

Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan sharing dan komparasi antara Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Setwan Kalsel) bersama Pressroom Setwan Kalsel dengan Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Sabha, Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Jumat (21/5/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan ini menjadi wadah bertukar pengalaman dan praktik terbaik terkait strategi pengelolaan media, komunikasi publik, hingga upaya menjaga ekosistem media yang sehat dan produktif di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.

Kepala Bagian Umum dan Keuangan Setwan Kalsel, Riduansyah, menegaskan bahwa keberadaan pressroom dan kerja sama dengan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai aktivitas dan kinerja DPRD kepada masyarakat.

“Keberadaan pressroom sangat membantu kami dalam menyebarluaskan kegiatan-kegiatan DPRD. Publikasi yang baik menjadi bagian penting untuk mendukung pembangunan daerah karena masyarakat dapat mengetahui berbagai kerja kelembagaan yang dilakukan DPRD Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas dan Protokol Setwan Kalsel, Ady Prasetya Radam, menyoroti pentingnya pengelolaan kehumasan yang terencana dan terukur. Menurutnya, dengan 55 anggota DPRD yang memiliki berbagai agenda kedewanan, kebutuhan publikasi menjadi sangat tinggi sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif sekaligus mampu menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai tugas, fungsi, dan capaian lembaga legislatif. Karena itu, pengelolaan media tidak hanya berorientasi pada kuantitas publikasi, tetapi juga kualitas informasi yang disampaikan,” jelas Ady.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Kadek Suadnyana, memaparkan berbagai strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali. Ia menjelaskan bahwa hubungan yang baik dengan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, Gubernur Bali selalu mendorong keterbukaan terhadap kritik yang disampaikan berdasarkan data dan fakta. Apabila terdapat informasi yang kurang tepat, pemerintah memilih melakukan klarifikasi dan menghadirkan data pembanding yang valid sebagai bentuk edukasi kepada publik.

“Gubernur sangat merangkul wartawan. Beliau menerima kritik yang berbasis data. Jika ada informasi yang kurang tepat, kami diarahkan untuk memberikan penjelasan dan counter narasi menggunakan data yang valid, bukan menyerang media yang bersangkutan,” ungkap Kadek.

Selain itu, Pemprov Bali secara rutin menggelar coffee morning dan konferensi pers sebagai sarana membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan dengan insan media.

Dalam pengelolaan kerja sama media, Pemprov Bali juga menerapkan sejumlah standar administratif dan kualitas, seperti kompetensi pimpinan redaksi serta proses verifikasi media melalui Dewan Pers. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan profesionalisme media sekaligus memastikan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

“Kami ingin insan pers terus bertumbuh karena pada akhirnya pemerintah dan masyarakat juga akan terbantu dengan hadirnya media yang profesional dan berkualitas,” kata Kadek.

Melalui kegiatan sharing dan komparasi ini, Setwan Kalsel berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali guna memperkuat sistem kehumasan dan kemitraan media. Selain meningkatkan kualitas publikasi kelembagaan, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, profesional, dan semakin berkontribusi dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Editor: Aditya

Pos terkait