Wartaniaga.com, Jakarta- Kerinduan akan cita rasa kampung halaman akhirnya terobati. Sejak pagi, ratusan warga Banjar yang berdomisili di wilayah Jabodetabek memadati kawasan Jalan Sagu No. 81, Ragunan, Jakarta Selatan, untuk menghadiri Festival Kuliner Khas Banjar 2026 yang digelar pada Sabtu (25/7/2026).
Sekitar 700 pengunjung hadir memeriahkan festival yang didukung oleh Bank Kalsel, Maxim Transportasi Online, Fulminare Law Office, dan Rumah Audio Visual. Sebanyak 25 pelaku UMKM kuliner Banjar menyajikan berbagai hidangan khas yang membangkitkan nostalgia, mulai dari Soto Banjar, Ketupat Kandangan, Nasi Kuning Banjar, Lontong, hingga aneka wadai tradisional.
Sejak acara dibuka, antrean panjang langsung terlihat di hampir seluruh stan. Para pengunjung rela menunggu demi mendapatkan hidangan favorit yang sudah lama mereka rindukan. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa ketika sesama warga Banjar saling bertemu, berbagi cerita, sekaligus menikmati sajian khas daerah asal mereka.
Ketua Panitia Pelaksana, Fathur Rahman, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu besar. Tingginya jumlah pengunjung membuat sebagian besar tenant mulai kehabisan stok sejak pukul 11.00 WIB, dan sekitar pukul 12.00 WIB seluruh menu yang disajikan telah habis terjual.
“Melihat masyarakat rela mengantre sejak pagi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Festival ini membuktikan bahwa kuliner Banjar bukan hanya soal makanan, tetapi juga menjadi pengikat rasa rindu terhadap kampung halaman. Alhamdulillah seluruh tenant berhasil menjual habis dagangannya,” ujar Fathur Rahman.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang berburu kuliner, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Banjar yang telah lama merantau. Banyak keluarga datang bersama anak-anak mereka agar generasi muda tetap mengenal cita rasa dan budaya Banjar.
Pembina kegiatan, Zulhadi, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan festival dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin dengan skala yang lebih besar.
“Festival ini menunjukkan bahwa kuliner Banjar memiliki daya tarik yang luar biasa. Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini dapat digelar di lokasi yang lebih luas dan lebih strategis sehingga semakin banyak masyarakat mengenal kekayaan kuliner Kalimantan Selatan, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM Banjar untuk berkembang,” katanya.
Keberhasilan Festival Kuliner Khas Banjar 2026 menjadi bukti bahwa kuliner tradisional mampu menyatukan masyarakat lintas generasi. Bagi para perantau, festival ini bukan sekadar tempat menikmati makanan, melainkan menjadi momen untuk melepas rindu, mempererat tali silaturahmi, dan menjaga warisan budaya Banjar tetap hidup di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota.
Reporter: Yonatan
Editor: Hariyadi



















