Wartaniaga.com, Tanah Bumbu – Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan IV 2025 mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,46 persen (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen (yoy). Capaian ini menjadi sinyal positif ketahanan dan daya saing ekonomi Banua di tengah dinamika global.
Hal tersebut disampaikan Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Tisna Fausal, dalam kegiatan Capacity Building Bank Indonesia 2026 bersama para jurnalis, Selasa (10/2), di Aula Hotel Ebony, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
“Secara keseluruhan tahun 2025, perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan juga mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 5,22 persen (ctc), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang tumbuh 5,11 persen (ctc),” jelas Tisna.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Kalsel didorong oleh kinerja sektor pertanian yang meningkat seiring naiknya produksi padi. Selain itu, sektor pertambangan turut mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, sejalan dengan membaiknya permintaan batu bara dari India dan Jepang.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat. Peningkatan aktivitas masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru serta peringatan Haul Guru Sekumpul turut memberi dorongan signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah.
Ke depan, Bank Indonesia Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Banua.
Editor : Eddy Dharmawan




















