34 Desa dan 13.825 Jiwa Terdampak Banjir di Balangan, Tebing Tinggi Paling Parah

Data Pusdalops BPBD Balangan mencatat sebanyak 34 desa terdampak selama periode 27 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026

Wartaniaga.com, Paringin – Dampak banjir dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Balangan sejak akhir Desember 2025 terdata cukup signifikan. Data Pusdalops BPBD Balangan mencatat 34 desa di enam kecamatan terdampak selama periode 27 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Secara keseluruhan, 4.289 kepala kelpuarga dengan total 13.825 jiwa tercatat terdampak bencana tersebut. Enam kecamatan yang masuk dalam wilayah terdampak meliputi Awayan, Tebing Tinggi, Halong, Juai, Paringin Selatan, dan Lampihong, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.

Data BPBD Balangan juga mencatat kerusakan pada sektor permukiman warga, yakni 210 rumah rusak ringan, 189 rumah rusak sedang, dan 48 rumah rusak berat.

Selain itu, bencana turut berdampak pada 13 bangunan perkantoran, 30 fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas lainnya, serta 44 tempat ibadah.
Kerusakan infrastruktur mencakup jalan sepanjang sekitar empat kilometer serta sembilan unit jembatan yang terdampak di sejumlah wilayah.

Berdasarkan rincian wilayah, Kecamatan Tebing Tinggi menjadi daerah dengan dampak paling besar. Di kecamatan ini tercatat 1.328 rumah terdampak, terdiri dari 210 rusak ringan, 189 rusak sedang, dan 41 rusak berat, dengan jumlah 1.328 kepala keluarga atau 4.461 jiwa terdampak.

Di Kecamatan Halong, banjir berdampak pada 747 rumah, termasuk tujuh rumah rusak berat, dengan 749 kepala keluarga dan 2.445 jiwa terdampak.

Sementara itu, Kecamatan Awayan mencatat 1.515 rumah terdampak, dengan jumlah kepala keluarga yang sama dan 1.473 jiwa terdampak. Kerusakan infrastruktur di wilayah ini meliputi jalan raya sepanjang 3,5 kilometer serta sejumlah fasilitas umum.

Adapun wilayah lain yang terdampak meliputi Kecamatan Juai sebanyak 482 rumah, Paringin Selatan 121 rumah, dan Lampihong 81 rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, Senin (5/1/26), menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi masyarakat terdampak saat ini sudah relatif aman dan terkendali.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, khususnya di Kecamatan Tebing Tinggi, kondisi masyarakat terdampak saat ini sudah aman dan terkendali,” ujarnya.

Seiring berakhirnya status tanggap darurat, seluruh wilayah terdampak kini telah memasuki fase transisi pemulihan pascabencana. Fokus penanganan diarahkan pada pemulihan dan normalisasi kehidupan masyarakat hingga aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap dan normal.

Reporter : Siti Nurjanah
Editor : Hariyadi

Pos terkait