Mawarung dan Budaya Bertutur dalam Masyarakat Banjar

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kandangan- Mawarung atau dalam istilah  bahasa Indonesia dapat di artikan dengan sarapan di warung. Mawarung merupakan salah satu budaya turun temurun masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan  ( Kalsel) yang biasanya dilakukan di pagi hari untuk sekedar sarapan ataupun minum Teh.

Maka tidak heran jika hampir seluruh wilayah di Kalsel ini setiap pagi banyak warung-warung yang menyediakan menu sarapan pagi mulai dari nasi kuning, lontong, soto, nasi sop, ketupat dan hanya puluhan jenis kue.

Tapi, tak hanya sekedar untuk sarapan atau pun minum teh, Mawarung juga menjadi sarana masyarakat untuk  saling berbagi informasi (bertutur,red), bersilaturahmi  dan bersosialisasi.

Dan Mawarung juga sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat bagi para pejabat publik dan legislator. Seperti halnya yang kerap dilakukan oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Syamsuri Arsyad.S.AP.MA, yang hampir setiap pagi Mawarung, tujuannya, jelas untuk menyerap aspirasi masyarakatnya.

BACA JUGA:  Abdul Hadi Dukung Kegiatan Sosial SBC Mengatasi Issue Sosial di Masyarakat

Seperti yang terlihat di warung Ketupat Kandangan yang berlokasi di depan kantor Camat Padang Batung, ia duduk ditengah-tengah warga sambil menikmati menu khas kabupaten HSS ini. Ini dilakukannya untuk mendengar saran ataupun masukan masyarakat.

“ Ini kami lakukan sebagai bahan masukan untuk pembangunan di kabupaten HSS dan  akan disampaikan langsung kepada Pak Bupati Drs.H.Achmad Fikry.M.ap untuk bersama-sama di rumuskan dalam bentuk Kebijakan,” ungkapnya, Rabu (30/6) pagi.

Dikatakannya, ini merupakan upaya pihaknya bersama Bupati HSS dengan terjun ke masyarakat untuk mendengar langsung suara masyarakat.

L

Pos terkait