Wartaniaga.com, Banjarmasin- Pemerintah Kota Banjarmasin kembali melakukan gelar Operasi pasar gas bersubsidi elpiji 3 kilogram di Kelurahan Sungai Bilu, dimana ini menjadi lokasi kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Pagar.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Siane Apriliawati menjelaskan bahwa operasi pasar ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah agar mengatasi kelangkaan dan tingginya harga gas bersubsidi di tingkat pengecer.
” Hari ini hari kedua operasi pasar gas bersubsidi elpiji 3kg yang dimana alokasi yang sama menyediakan 200 tabung dengan harga tertinggi Rp 18.500,” jelas Kepala Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Siane Apriliawati, Kamis (3/7).
Menurutnya ada beberapa tabung gas elpiji 3kg di beberapa Kelurahan seperti di kelayan, sungai andai, sungai jingah, alalak dan beberapa kelurahan yang menjadi prioritas untuk kegiatan ini.
Pada bulan Mei dan Juni banyak hari libur dan tanggal merah, hal ini menyebabkan agen melakukan penyaluran gas atau dopling ke pangkalan di hari-hari tertentu.
” Berdasarkan hasil koordinasi dengan para pihak Pertamina, untuk stok elpiji 3kg yang ada di Banjarmasin sebetulnya udah cukup, jikalau terjadi kenaikan harga di tingkat pengecer, kemungkinan karena pengecer hanya mendapatkan jatah maksimum 10% dari pangkalan,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Sungai Bilu Aswin Hermawan menjelaskan bahwa tabung gas di wilayahhya dilakukan secara selektif.
“Kami sortir warga yang dimana berdasarkan RT, khususnya di wilayah yang tidak memiliki pangkalan gas tersebut, kami lakukan ini agar penyaluran tepat sasaran dan bisa merendam kelangkaannya,” jelas Lurah Sungai Bilu Aswin Hermawan usai melakukan kegiatan.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi ini dilakukan dengan sistem kupon.
” Setiap untuk satu keluarga hanya mendapatkan 1 kupon, dan itu setara dengan 1 tabung gas, jadi tidak semua warga mendapatkan hanya yang memang benar-benar membutuhkan,”jelasnya lagi.
Editor : Fairuz Reza




















