20 Liter Bubur Asyura Jadi Perekat Warga Komplek AMD Permai Banjarmasin

Sejumlah warga komplek AMD Permai Banjarmasin memasak bubur Asyura di halaman Masjid Al Ihsan

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Suasana hangat penuh kebersamaan tampak di Komplek AMD Permai, Banjarmasin Utara, Minggu (6/7). Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1447 H, puluhan ibu-ibu jamaah Masjid Al-Ihsan yang tergabung dalam kelompok Yasinan dan dibantu bapa-bapa secara bergotong-royong memasak bubur Asyura yang akan dibagikan kepada warga sekitar.

Tradisi ini bukan hal baru bagi warga Komplek AMD Permai. Sejak tahun 2005, kegiatan memasak bubur Asyura telah menjadi agenda tahunan yang penuh makna religius dan sosial.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami kembali menyajikan bubur Asyura untuk warga komplek. Sudah 20 tahun lebih kami menjaga tradisi ini,” ungkap Ketua Yasinan Masjid Al-Ihsan, Wiwi Hasanah, M.Pd.

Wiwik menjelaskan, tahun ini pihaknya memasak sebanyak 20 liter bubur menggunakan 5 kawah besar. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu karena tingginya antusiasme warga. Bubur ini dibagikan kepada sekitar 250 kepala keluarga (KK) di lingkungan Komplek AMD Permai.

“Semua bahan dan biaya berasal dari sumbangan para jamaah dan warga komplek. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Semoga tahun depan lebih banyak dana yang kami dapat agar lebih banyak pula warga yang kebagian,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan memasak bubur Asyura ini tidak hanya sebagai bentuk peringatan hari besar Islam, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Meski kita rutin bertemu di kegiatan Yasinan mingguan, momen memasak bubur ini jadi sarana silaturahmi yang lebih luas dan hangat,” tambah Wiwik yang juga berprofesi sebagai guru.

Ketua Yayasan Masjid Al-Ihsan sekaligus Ketua RT 22 Alalak Utara Banjarmasib, M. Pazri, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan semangat kebersamaan para ibu-ibu.

“Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan. Selain mengandung nilai keagamaan, juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” kata Pazri.

Bubur Asyura yang sarat dengan beragam bahan dan rasa ini, memang menyimbolkan keberagaman dan kebersamaan. Seperti filosofi bubur itu sendiri, semakin banyak campuran, semakin kaya rasa — begitulah harapan warga AMD Permai agar kekompakan mereka tetap terjaga.

Editor : Aditya

Pos terkait