PT DBS Tanda Tangani MoU Dengan ULM Banjarmasin

Wartaniaga.com,Banjarmasin – PT Dangsanak Banua Sebuku (DBS) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Penandatanganan antara Perusda PT DBS dengan ULM terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini dilakukan di ruang rapat Gedung Rektorat ULM Banjarmasin, Senin (12/2/2024).

Direktur Utama PT DBS, Adi Kartika, mengatakan bahwa MoU yang dilaksanakan dengan ULM ini karena pihaknya memiliki kewajiban untuk alih pengetahuan di daerah khususnya di Kalsel.

“Semoga dengan kerjasama bersama ULM ini akan berdampak pada multiplier effect yang luas melalu beberapa perjanjian kerja sama (PKS) yang bisa kita implementasikan,” terangnya.

Selain itu, pusat penelitian yang dimiliki oleh ULM Banjarmasin ini juga menjadi salah satu faktor untuk penguatan kerjasama tersebut.

“Pusat penelitian lahan basah mangrove ini juga dikerjasamakan dengan pemerintah daerah Kotabaru jadi sasaran kerjasamanya tepat dan tempatnya juga sesuai,” jelasnya.

Sementara itu Rektor ULM Banjarmasin, Prof. Dr. Ahmad, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT DBS yang telah melaksanakan MoU dengan ULM ini.

Dimana menurutnya PT DBS merupakan salah satu perusahaan daerah yang memegang blok migas di Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru.

“Dengan dilaksanakannya MoU hari ini, tentu saja ULM memiliki energi baru dalam rangka mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi negeri yang lebih progresif lagi di masa yang akan datang,” jelasnya.

Ia pun berharap dengan MoU dengan PT DBS hari ini, bisa menjadi motivasi dan semangat khususnya di internal ULM.

“MoU yang dilaksanakan hari ini betul-betul memiliki nilai yang sangat strategis. Terutama mendukung pengembangan hutan lahan mangrove yang dimiliki sebagai pusat penelitian lahan basah dan mangrove dunia oleh ULM seluas 621 Ha,” jelasnya.

“Kalau ini benar-benar bisa diwujudkan Insha Allah ULM akan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia dan bahkan mungkin dunia yang memiliki pusat penelitian seluas 621 Ha khusus Mangrove,” terangnya.

“Dengan adanya pusat penelitian lahan basah berbasis mangrove, maka ini sangat sesuai dengan visi misi ULM center of excelent bidang lahan basah,” tambahnya lagi.

Turut hadir dalam penandatanganan MoU tersebut, perwakilan Pemprov Kalsel, yakni Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, serta Direktur Utama PT Bangun Banua, Bayu Budjang.

Reporter:Syarif Wamen

Editor:Ahmad Yani

Pos terkait

banner 468x60