Pemkot Banjarbaru Gelar Rembuk Stunting

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono bersama Forkopimda foto bersama usai acara Rembuk Stunting (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Pemerintah menggelar Rembuk Stunting Aksi Percepatan Penurunan Stunting, guna penanggulangan stunting pada seluruh anak di Kota Banjarbaru, betempat di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota, Selasa (8/8).

Terlaksana Rembuk Stunting ini untuk menyampaikan hasil analisis situasi, pemetaan rencana program dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting.

Mendeklarasikan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dan Forkopimda untuk menyepakati rencana program dan kegiatan intervensi Percepatan Penurunan Stunting terintegrasi.

Tujuan utama dari Rembuk Stunting ini yakni, meningkatkan kualitas kehidupan Masyarakat yang Sejahtera dan berakhlak mulia, serta meningkatkan indeks Pembangunan manusia di Kota Banjarbaru.

Dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono menyampaikan, berdasarkan hasil Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting Kota Banjarbaru pada tahun 2022 sebesar 13,62% atau menurun sebesar 4% jika dibandingkan tahun 2021 sebesar 17%.

“Penurunan prevalensi stunting merupakan salah satu indikator kinerja utama Pemerintah Kota Banjarbaru yang mendukung misi pertama, yakni meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang Sejahtera dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Masih kata Wartono, Rembuk Stunting ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten/Kota memperoleh hasil analisis situasi dan memiliki pemetaan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting yang terintegrasi.

“Pemerintah Kota Banjarbaru melalui gerakan Basingsing (Banjarbaru Singkirkan Stunting) menjadi prioritas dalam percepatan penurunan stunting di Kota Banjarbaru. Dimana melalui kegiatan RT Mandiri dan Urban Farming,” ujarnya.

Guna menyukseskan percepatan penurunan stunting di Kota Banjarbaru, Pemerintah akan terus membangun komitmen dan bekerja bersama dalam melaksanakan rencana program, kegiatan dan sub kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting holistik, tematik, spasial dan terintegrasi.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait

banner 468x60