Menjadi Festival Terlama di Kotabaru, Festival Goa Lowo Resmi Ditutup

SUKSES: Penampilan Reza LIDA dan Endah LIDA saat penutupan Festival Goa Lowo.

Wartaniaga.com,Kotabaru- Berlangsung selama 10 hari sukses, Festival Goa Lowo yang bertabur artis ibukota di Desa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir dihadiri tiga ribuan penonton lebih Rabu (23/8). Malam.

Dalam pertunjukannya, penutupan tersebut menampilkan tiga tarian budaya. Baik dari suku Dayak, Banjar dan Jawa. Disitu para penari berlenggak lenggok memikat mata penonton.

Usai tarian, tiga artis jebolan Dangdut Akademi juga tampil memeriahkan acara tersebut. Diantaranya Reza Lida, Endah Lida dan Rita Lida.

Sebelum tarian dan artis tampil, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar di temani istri tercintanya Hj Fatma Idiana Sayed Jafar menutup terlebih dahulu Festival Goa Lowo tersebut.

Sebagai simbolnya, pada penutupan itu, dilakukan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Kotabaru.

Sebagai apresiasi suksesnya acara tersebut, H Sayed Jafar langsung menyuapkan nasi tumpeng tersebut ke Kepala Desa Tegalrejo dan Direktur Bumdes Pesona Rejo.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dalam sambutannya menyampaikan, Festival Goa lowo yang selesai hari ini sangat memiliki makna yang penting membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya berterimakasih atas jalannya acara baik dan sukses. Saya meyakini kepariwisataan di Kotabaru semakin maju. Imbasnya akan menarik wisata lokal maupun luar datang ke sini,” ungkapnya.

Bupati berharap, kegiatan seperti ini akan terlaksana dengan meriah lagi di tahun depan. Mengingat Kotabaru merupakan surganya pariwisata.

Direktur Bumdes Pesona Rejo Tri Widodo bersyukur acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Apalagi yang hadir ful.

“Terimakasih sedalam dalamnya kepada Bupati Kotabaru H Sayed Jafar sebagai orang tua kami, yang mewujudkan satu satu event di daratan Kotabaru Ini menjawab, Kotabaru tidak hanya di Pulau Luat,” jelasnya,

Dilanjutkannya, dalam membangun Objek Wisata Goa Lowo ini juga ada pesan bupati yang selalu memotivasi.

“Pa wid biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu,” ucapnya menirukan apa yang dikatakan bupati berapa tahun yang lalu.

Alhamdulillah tambahnya, Goa lowo sekarang sudah menasional. Tugas sekarang bagaimana bisa merawat dan menancapkan tonggak sesuatu agar desa ini semakin maju.

Sementara, Rudi Nugraha Kabid Event, Pertunjukan dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kotabaru menambahkan dirinya ikut senang festival terlama selama 10 hari berlangsung di Kotabaru daratan Kalimantan ini.

Mudahan lanjutnya, ini juga memotivasi desa, Kecamatan dan objek wisata lain yang ada di Kotabaru daratan Kalimantan ini.

“Kami dari pariwisata, siap mendukung baik dalam ide dan lain lainnya. Ini tidak lepas dari pada ingin memajukan pariwisata di Kotabaru,” tutup Rudi Nugraha.

Selain bupati, turut hadir juga Sekretaris Daerah Kotabaru H Said Akhmad, perwakilan Forkopimda, para Kepala SKPD, para Camat, dan seluruh kepala desa di Kecamatan Kelumpang Hilir.

Reporter: Jumain.
Editor : Aditya

Pos terkait