“Alhamdulillah dan terima kasih untuk Yayasan Usmar Ismail, Badan Perfilman Indonesia dan seluruh pihak yang telah menganugerahkan penghargaan ini kepada saya,” ucap Paman Birin usai menerima penghargaan.
Penghargaan ini, kata Paman Birin, dipersembahkannya untuk seluruh masyarakat Kalsel, terutama para generasi muda dan para penggiat seni.
Di hadapan insan perfilman, Paman Birin juga mengungkapkan, sosok Datu Kalampayan telah melahirkan warisan ilmu untuk dunia terlebih akhirat.
Dengan diputarnya film Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di sini, mudah-mudahan memicu agar “datu kita datu kalampaian” disematkan gelar pahlawan nasional,” harap Paman Birin.
Pemerintah daerah masih dan terus memperjuangkan gelar pahlawan nasional untuk Datu Kelampayan.
Pada pemutaran film ini, Paman Birin yang turut menyaksikan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Prov Kalsel Muhammadun, Ketua Badan Perfilman Indonesia Gunawan Paggaru, Staf Khusus Gubernur Achmad Maulana beserta insan pers nasional.
Ketua Badan Perfilman Indonesia Gunawan Paggaru memuji Kalsel yang telah membuat deretan film bertemakan sejarah tokoh banua, dimulai dari Pangeran Antasari (2018), Demang Leman (2019), Kaminting Pidakan (2022), serta baru-baru ini Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (2022).
“Semoga Kalsel tidak berhenti melahirkan karya-karya film yang berkualitas,” harapnya.
Pemutaran film Datu Kalampayan ini dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB, terbuka untuk umum.
Antusiasme masyarakat dalam menikmati film daerah terlihat dari banyaknya bangku yang terisi.
Editor : Edi Dharmawan
Sumber : Biro Adpim Setdaprov Kalsel




















