Di sini mereka memproduksi 3 jenis Tanggui, ukuran kecil, sedang dan besar. Harganya mulai dari Rp 10 ribu untuk yang kecil, Rp 30 ribu Tanggui besar serta Rp 20 ribu ukuran sedang yang paling banyak di produksi.
Menariknya, saat ini Tanggui bukan lagi hanya sekedar sebagai penutup kepala untuk ke sawah. Pemkot Banjarmasin juga menjadikan Tanggui sebagai hiasan.
“ Sekarang Tanggui juga banyak dibeli oleh masyarkat Banjarmasin untuk hiasan dinding khususnya ukuran kecil. Ada juga anak muda kemaren beli untuk hiasan di cafe,” tuturnya.
Meski profesi ini tak begitu menjanjikan tetapi ia berharap ada penerus yang tetap mau melestarikan Tanggui. “ Kada kawa pang sugih ( tidak membuat kaya, red) tapi cukup. Di sini tidak banyak lagi yang mau mengerjakan membuat Tanggui padahal yang membeli masih banyak. Semoga generasi muda mau mewarisinya sebagai salah satu budaya Banjar,” tutupnya.
Editor : Didin Ariyadi





















