Wartaniaga.com, Panajam Paser Utara- Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor serahkan langsung tanah dan air yang berasal dari Kabupaten Banjar.
Adapun tanah diambil dari Desa Dalam Pagar, yaitu di tempat kediaman Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan.
Sedangkan air diambil dari air sumur bernilai historis religius berasal dari Kota Martapura, Kabupaten Banjar. Air tersebut hingga kini menjadi salah satu sumber air bersih bagi masyarakat.

Sejarahnya, sumur tersebut digali atas arahan Tuan Guru KH Zainal Ilmi. Sejak digali hingga sekarang, sumur itu tidak pernah kering meski di daerah tersebut dahulu pernah dilanda bencana kemarau panjang.
Tanah tersebut dijadikan Datu Kelampayan senagai tempat tinggal juga menjadi tempat beliau mengajarkan ilmu agama hingga lahirnya para alim ulama di Kalsel hingga sekarang.
Dari tanah tersebut, kemudian kawasan yang berada di sekitarnya menjadi daerah yang dinamakan Desa Dalam Pagar .
Sebelum dibawa ke lokasi IKN, air dan tanah ini terlebih dahulu dibacakan doa oleh KH Muhammad Wildan Salman (Guru Wildan), untuk memohonkan do’a kepada Allah SWT, agar senantiasa semua rencana pemerintah dimudahkan dan dilancarkan.




















