Hutan Mangrove Pulau Laut Sigam Memprihatinkan, Yani Helmi Desak Perbaikan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kotabaru- Kondisi hutan mangrove di wilayah perairan Pulau Laut Sigam, Kotabaru, Kalimantan Selatan dinilai sangat memprihatinkan.

Padahal hutan mangrove memiliki fungsi menahan kikisan air laut yang menghantam daratan dan juga sebagai habitat bagi flora dan fauna lainnya.

Hal tersebut diketaui Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi saat melaksanakan Sosialisasi Perundang-undangan (Sosper) Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Daerah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Kantor Desa Sarang Tiung, Pulau Laut Sigam, Kotabaru.

“Persoalan ini tak bisa dianggap remeh. Pemerintah bisa memperhatikan sejumlah wilayah termasuk daerah kepulauan seperti Kotabaru,” tuturnya.

Ia menjelaskan pohon mangrove sekarang sudah mulai sulit didapatkan, termasuk batangnya yang besar-besar untuk dijadikan bagang (tempat mencari ikan di laut) bahkan sudah berkurang tentu menjadi persoalan.

BACA JUGA:  Camat, Danramil, Kapolsek Bersama Masyarakat Takisung Lakukan Reboisasi

Melalui dasar hukum dari perda yang disahkan itu, anggota dewan sering akrab disapa paman Yani pun menegaskan, agar permasalahan terkait program rehabilitasi hutan mangrove sepenuhnya dapat ditindaklanjuti segera.

Lanjut, hal iti sudah menjadi klasik, dirinya menginginkan agar pemerintah pusat bersinergi dengan Pemda di provinsi maupun kabupaten bisa menjawab persoalan tersebut.

Pos terkait