Penghujung Tahun, Adaro Cetak Laba US$ 420 Juta

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Jakarta- Kenaikan harga batu bara memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Walhasil, emiten tambang batu bara ini mencetak laba bersih di akhir tahun 2021 mencapai US$ 420, juta atau sekitar Rp 6,019 triliun (kurs Rp 14.300 per dolar AS).

Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi mengungkapkan kenaikan laba ini didongkrak dari pendapatan perusahaan yang tumbuh 31,44%. Pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga tahun ini mencapai US$ 2,56 atau sekitar Rp 36,608 triliun. Kondisi ini kemudian mengeret laba naik mencapai 284,81%
Tahun ini kondisi pasar batu bara yang kondusif semakin meningkatkan profitabilitas perusahaan,”ujarnya melalui siaran persnya kemarin.

BACA JUGA:  Jelang Idul Fitri, Asperindo Pastikan Pengiriman Barang Lancar

Garibaldi juga menjelaskan Perusahaan mencatat produksi batu bara pada periode ini hampir 40 juta ton. Sedangkan volume penjualan batubara sebesar 38,86 juta ton. Pengupasan lapisan penutup mencapai 173,03 Mbcm pada akhir September lalu, atau naik 8 persen year on year (yoy), dan nisbah kupas periode ini mencapai 4,36x. Cuaca yang kurang baik memperlambat aktivitas pengupasan penutup.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan terakhir fundamental pasar batu bara, kami memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada target profitabilitas. Karenanya, panduan EBITDA operasional direvisi menjadi US$ 1,75 miliar – 1,90 miliar untuk tahun 2021,” kata Garibald.

Saat ini produksi batu bara telah mencapai sekitar 73%-76% dari target produksi tahun ini. Dimana total produksi batu bara perseroan sudah mencapai 39,64 juta ton pada sembilan bulan 2021 atau turun 4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Pos terkait