Akhmad Fahmi Bacakan Riwayat Singkat HSS di HUT ke 71

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Kandangan-Puncak peringatan Hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Ke- 71 tanggal 2 Desember Lalu , Berjalan cukup Khitmad walaupun berada di tengah Pandemi covid-19.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSS Akhmad Fahmi dipercaya membackan riwayat singkat terbentuknya Kabupaten HSS.

Sebelum dirinya menyampaikan rasa syukurnya pada tahun ini HSS bisa kembali melaksanakan HUT jdi lapangan Lambung Mangkurat Kandangan, setelah hampir 2 tahun tidak terlaksana dikarenakan pandemi.

“Alhamdulillah pada tahun ini kita bisa melaksanakan peringatan hari jadi kab.HSS ke-71 , mudah-mudahan pandemi Covid-19 dapat segera berakhir,” ujarnya sesaat sebelum membacakan riwayat singkat kab.HSS.

Fahmi memaparkan riwayat singkat berdirinya Bumi Rakat Mufakat -julukan Kabupaten HSS- sejak kolonial Belanda hingga menjadi sebuah kabupaten seperti saat ini.

Riwayat berdirinya Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terbagi dalam 3 masa; penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, dan masa kemerdekaan.

BACA JUGA:  Dandim 1001/Amuntai Pimpin Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di HSU

Pada masa kolonial Negeri Kincir Angin kala itu, wilayah Kabupaten HSS merupakan bagian dari Afdelling Van Hoeloe Soengai, yang pusatnya berkedudukan di Kandangan.

Afdelling Van Hoeloe Soengai merupakan wilayah kesatuan, sekarang disebut Hulu Sungai atau Banua Anam.
Afdelling Van Hoeloe Soengai terdiri dari 5 onder afdelling, yaitu Onder Afdelling Tanjung, Onder Afdelling Amuntai, Onder Afdelling Barabai, Onder Afdelling Kandangan, dan Onder Afdelling Rantau.

Pada masa kolonial Jepang, pemerintahan tentara Jepang tetap mempertahankan pembagian wilayah di Hulu Sungai, seperti masa penjajahan Belanda.

“Hanya sebutannya yang diubah dalam bahasa Jepang,” ungkap Fahmi.

Di masa penjajahan negara Matahari Terbit itu, Afdelling Van Hoeloe Sungai namanya menjadi Hoeloe Sungai Ken, dan pejabatnya disebut Hoeloe Soengai Ken Reken.

Pun demikian nama bagian wilayah Onder Afdelling menjadi Bonken, dan pejabatnya disebut Bonken Ken Reken.

BACA JUGA:  Penandatanganan BAR Pajak Pusat Atas Beban APBD Pemkab Tala oleh 3 Pihak

HSS Masa Kemerdekaan
Setelah proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia (RI) 17 Agustus 1945, wilayahnya dibagi menjadi 8 Provinsi, sesuai sidang kabinet pertama 2 September.

Salah satu dari 8 provinsi tersebut adalah Provinsi Borneo, yang beribukota di Banjarmasin. Gubernur pertama ditetapkan adalah Insinyur Pangeran Muhammad Noor (Ir. PM Noor) yang namanya diabadikan menjadi nama bendungan di Riam Kanan, Kabupaten Banjar.

Undang-undang 22 tahun 1948 tentang pemerintahan daerah, belum dapat sepenuhnya dilaksanakan. Maka saat itu untuk sementara melalui keputusan Mendagri tanggal 29 Juni 1950 nomor c/17/15/3, wilayah Kalimantan dibagi menjadi 6 kabupaten administratif dan 3 swapraja.

“Salah satunya Kabupaten Hulu Sungai dengan ibukotanya Kandangan,” lanjut Achmad Fahmi menceritakan.

Berdasarkan keputusan Gubernur Kalimantan 14 Agustus 1950 no 1186/OPB/92/14, ditetapkan peraturan sementara tentang pembagian daerah otonom kabupaten dan setingkat kabupaten.

BACA JUGA:  Tala Terima Beragam Bantuan dari Dinas ESDM Kalsel

Kabupaten yang semula bersifat administratif pun terang Fahmi, telah menjadi kabupaten otonom.
Pada April 1950, Dr Moerdjani diangkat menjadi Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) yang pertama.

Selanjutnya, pada 2 Desember 1950 Gubernur Kalsel melantik Syarkawi sebagai pejabat pertama Bupati Hulu Sungai. Serta dibentuk pula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS), yang berjumlah 36 orang, diketuai Jantra dan wakilnya Basuni Taufik.

“Tanggal (2 Desember 1950) inilah yang menjadi pancangan tonggak sejarah ditetapkannya hari jadi kabupaten daerah tingkat 2, Kabupaten HSS,” tuturnya.

Pada kesempatan pemaparannya tersebut, Akhmad Fahmi mewakili seluruh anggota DPRD HSS mengucapkan selamat hari jadi ke-71 Kabupaten HSS untuk seluruh masyarakat.

“Semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan dan kebaikan kepada Kabupaten HSS,” pungkasnya.

Reporter : Amutz
Editor : Aditya

L

Pos terkait