Nakal ! 91 SPBU Ditutup Pertamina

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading PT Pertamina (Persero) telah melakukan penindakan kepada 91 lembaga penyalur atau SPBU diseluruh Indonesia karena melakukan penyaluran Solar Subsidi tidak sesuai regulasi yang ditetapkan.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial dan Trading PT Pertamina (Persero), Irto Ginting menjelaskan penindakan ini adalah bukti komitmen Pertamina untuk menjaga amanah Pemerintah dalam menyalurkan Solar Subsidi secara tepat sasaran.

“Alasan penindakannya beragam, antara lain adalah penyaluran Solar Subsidi tidak sesuai regulasi Perpres 191/2014, pengisian Solar Subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan/administrasi, dan melayani pengisian atau transaksi diatas 200 liter. Sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan dengan baik,” jelas Irto dari siaran pers yang diterima wartaniaga.com.

BACA JUGA:  Investasi Sekaligus Berbagi untuk Sesama

Ia merilis SPBU yang ditindak terdapat di 8 regional, yakni Regional Sumatera Bagian Utara sebanyak 8 SPBU,
Regeional Sumatera Bagian Selatan ada 12 SPBU, Regional Jawa Bagian Barat yakni 14 SPBU

Selain itu, Regional Jawa Bagian Tengah yang terbanyak yaitu 26 SPBU,
Regional Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara ada 6 SPBU, kemudian Regional Kalimantan dan Sulawesi masing 12 dan 6 SPBU dan Regional Papua Maluku sebanyak 7 SPBU

“91 SPBU yang ditindak ini merupakan SPBU yang sudah terbukti melakukan pelanggaran sampai dengan Oktober 2021. Saat ini tindakan yang kami ambil adalah penghentian pasokan atau penutupan sementara SPBU serta penagihan selisih harga jual Solar Subsidi sesuai harga keekonomiannya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pembahasan Perpres Pembentukan Badan Otorita IKN Serta RUU IKN Hampir Selesai

Menurutnya, Pertamina akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan aparat serta seluruh stakeholder dalam melakukan pemantauan di lapangan. Pihaknya tidak ragu- ragu memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang nakal.

Untuk memastikan penyaluran, Pertamina juga melakukan pemantauan secara real time Informasi terkait stok dan proses melalui sistem digitalisasi di Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Dirinya juga meminta jika masyarakat memiliki informasi dan melihat adanya indikasi penyelewengan penyaluran Solar Subsidi juga dapat langsung melaporkannya ke aparat yang berwenang serta ke Pertamina Call Center (PCC) 135.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari masyarakat, media, dan seluruh stakeholder. Ini adalah bentuk sinergi yang baik, dan bersama-sama kita dapat mewujudkan penyaluran Solar subsidi yang tepat sasaran” terang irto.

BACA JUGA:  Menteri Suharso Sambut Baik Kajian IPB Soal Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi dan Pangan

Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait