Sementara itu, Sekjen ESI Kalsel Harmoko Tri Hatmojo menyambut baik diusulkannya Esport menjadi salah satu Cabor Pada Porpov 2022 mendatang, mengingat walaupun Esport merupakan Cabor baru, tetapi memiliki potensi altet di seluruh daerah dan Kalsel memiliki potensi atlet yang sangat luar biasa.
” Esport memiliki Potensi atlet yang sangat luar biasa dan sudah menunjukan prestasi baik di tinggkat nasional maupun pada tingkat internasional” ucapnya.
Porprov 2022 mendatang merupakan pembuktian komitmen ESI Kalsel memberikan wadah pada atlet-atlet daerah untuk bertanding membawa kebanggaan daerah masing-masing.
“Kita juga telah berkordinasi dengan 13 pengurus cabang Esi Kabupaten Kota , yang sudah resmi terbentuk, untuk nantinya mereka mempersiapkan calon atlet terbaik nya yang tentunya melalui proses seleksi di daerah masing-masing” tambahnya.
Disisi lain, Ketua ESI HSS Eko Harjidi Putra memaparkan terkait penjaringan atlet sudah dilakukan oleh pengcab khususnya untuk HSS untuk menghadapi pelaksanaan porprov 2022.
“Kami akan terus berusaha untuk memastikan ke ikutsertaan Esport dalam Porprov nantinya dengan pendekatan yang intens dengan pihak KONI HSS, apalagi Esport sudah menjadi agenda tingkat nasional pada PON di Papua” terang eko
Jika Esport nantinya masuk menjadi Cabor Pada Porprov mendatang tentunya dengan nomor cabang yang beragam, khususnya nomor cabang yang sudah umum dipertandingkan, seperti FIFA, PES21, Mobile Legend, Freefire, DOTA2 maupun Tekken.
Terkait penyiapan sarana dan prasarananya serta teknis pelaksanaanya terus juga kami konsolidasikan dengan pihak Pengprov dalam upaya mematangkan persiapan agar bisa berjalan dengan baik.
“Untuk potensi atlet sebenarnya sangat besar, khususnya dikalangan remaja, ada yang sudah terorganisir ada juga yang belum, dalam program ke depannya kami akan mencoba memunculkan komunitas komunitas yang akan membawahi dan menaungi para gamers ini, agar nantinya terarah” tutupnya.
Sekedar diketahui 33 Cabor menyetujui 9 sembilan Usulan Cabor baru, sementara Pobsi HSS dan Perwosi Abstain dikarnakan kepengurusannya habis masa bakti, dan ISSI HSS tidak menyetujui dengan alasan tidak tahu.
Reporter : Amutz
Editor : Ahmad Yani



















