SBI Bantu Masyarakat Sekitar Pulau Curiak Pelatihan Pengolahan Ikan Sungai

  • Whatsapp
Risna, Mentor GKN (kanan )bersama ibu-ibu Pokdarwis

Wartaniaga.com, Marabahan – Pulau yang terletak di desa Anjir Muara ini berdekatan dengan Jembatan Barito yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Tengah, meskipun masih berada di wilayah kabupaten Batola Kalimantan Selatan.

Selain dihuni primata Bekantan, di pulau ini juga terdapat beberapa jenis burung ada juga Hirangan (Lutung,red) yang hidup berkelompok di kawasan dengan luas 3,9 hektar tersebut.

Elliyani wakil ketua Pokwardia Anjir Muara 1

Karena dikelilingi oleh sungai maka banyak terdapat ikan sungai yang melimpah, apalagi pada waktu-waktu tertentu. Ada ikan Saluang, ikan Bilis dan ikan sungai lainnya seperti Patin sungai, ikan Jelawat, Undang sungai, ikan Bakut, Ikan Kelabau, Ikan Gabus, Ikan Papuyu (Betok, red), ikan Sepat dan berbagai ikan sungai lainnya berkembang baik disungai ini.

Melihat hal tersebut, Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) ingin membantu masyarakat sekitar pulau dengan mendatangkan mentor untuk pelatihan pengolahan Ikan sungai agar bisa dijual dalam bentuk yang lain.

Sementara ini para nelayan menjual ikan hidup atau dikeringkan tanpa pengolahan, sehingga harganyapun sangat murah apalagi ikan tersebut melimpah pada bulan-bulan tertentu.

BACA JUGA:  Korban ke Dua Sungai Kandangan Akhirnya Ditemukan

“Ikan Saluang dan ikan Bilis merupakan ikan yang banyak didapat disekitar pulau Curiak ini, keduanya selalu ada hingga saat ini seperti penghuni tetap di pulau ini. Untuk itulah SBI mengadakan pelatihan kepada masyarakat sekitar untuk mengolah ikan-ikan kecil ini bernilai ekonomis tinggi,”ujar Amalia Rezki pounder SBI kepada wartaniaga.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP ULM ini mengatakan bahwa selain membangun stasiun riset dipulau Curiak ini masyarakat sekitar pulau ini juga ikut dilibatkan, sehingga mereka ikut serta memiliki dan menjaga pulau ini.

Dia menambahkan bahwa seperti diketahui dipulau ini juga dibangun Camp Riset diberi nama “Camp Tim Robert”, nama ini diberikan sebagai dedikasi kepada Profesor Tim Robert merupakan guru besar di New Castle Australia yang turut membantu Stasiun Riset Bekantan dan Ekosistem lahan basah bersama Rektor ULM Profesor Sutarto Hadi.

Selain memberdayakan masyarakat sekitar, Amel bersama komunitas SBI juga memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam menyambut tamu yang datang baik tamu lokal maupun dari mancanegara.

BACA JUGA:  Wabup Barut, Sugianto Puji Penanganan Covid-19 di HSU

“Kegiatan hari ini kami komunitas SBI bekerjasama dengan Rumah Kreatif Isna Alib yang di Support oleh PT Pertamina dan Pemkab Barito Kuala mengadakan Pelatihan Pembuatan Produk Ikan Sungai oleh GKN dibawah Kemenkraf,”terang Amel panggilan akrab dosen muda ini, Sabtu 18/9.

Sementara itu, Eliyani wakil ketua Pokdarwis desa Anjir Serapat Muara 1 Kecamatan Anjir muara merasa sangat senang dengan adanya pelatihan ini. Selama ini warga bergotong royong dalam membangun potensi desa ini terutama bekerjasama dengan SBI membantu membibitkan serta menanam pohon mangrove.

“Bersyukur hari ini kelompok kami diberikan pelatihan pengolahan ikan sungai oleh SBI yang dibimbing ibu Risna dari GKN sehingga ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan desa kami,”ujar Eliyani.

Dia menambahkan, selama ini warga memilki profesi beragam ada yang menjadi nelayan, ASN, pegawai perusahaan, petani serta pedagang.

Karena dekat dengan sungai sebagian warga banyak yang mencari ikan sebagai usahanya.

Kemudian ikan tersebut dijual segar atau dijemur menjadi ikan kering.

BACA JUGA:  Pemkot Banjarbaru Bangun Fasilitas Kepemudaan

Hasilnya pun hanya cukup untuk bertahan hidup, apalagi saat pandemi copid-19 ini warga mengurangi aktifitasnya guna mencegah terkena wabah ini.

“Semoga dengan adanya pelatihan pengolahan ikan ini desa wisata kami tambah maju terutama diperekonomian keluarga terutama ibu-ibu rumah tangga bisa membantu penghasilan keluarganya,”timpalnya.

Harapannya, adanya pelatihan ini menjadi pelopor dan sebagai contoh kepada pemerintah daerah agar bisa memberdayakan warga desa dengan pelatihan-pelatihan lainnya seperti keterampilan kerajinan tangan atau keterampilan lainnya.

Misnawati salah satu anggota Pokdarwis didesa tersebut mengucapkan terimakasih kepada SBI yang telah memberikan pelatihan pengolahan ikan air sungai ini.

Sebelumya dia bekerja disalah satu perusahaan akan tetapi setelah pandemi, perusahaan merumahkannya dan untuk membantu perekonomian keluarga mencoba berbisnis online.

“Alhamdulillah dengan adanya pelatihan pengolahan ikan sungai terutama saluang dan bilis menjadi ikan goreng krispy sehingga bisa dijual dan bentuknyapun kekinian sangat menarik serta praktis seperti camilan atau lauk yang siap saji,”pungkasnya.

Editor : Edy Dharmawan

L

Pos terkait