Pengamat Internasional : Taliban Berpotensi Menjadi Persoalan Bagi China

Teguh Santosa (tengah)

Pakistan Paling Terdampak

Sementara Wakil Dubes Pakistan M. Faisal Fayyas mengatakan, negaranya adalah negara yang paling terdampak oleh instabilitas di Afghanistan. Berbagai konflik yang terjadi di Afghanistan selama kurang lebih empat dekade terakhir, sejak invasi Uni Soviet hingga perebutan kekuasaan oleh Taliban baru-baru ini, menjadi tantangan yang tidak mudah bagi negaranya.

“Jadi kami sangat memperhatikan apa yang terjadi di Afghanistan,” ujarnya.

Ia menuturkan, Pakistan dan Afghanistan berbagi perbatasan sepanjang sekitar 2.600 kilometer. Selain berdampak secara ekonomi dan keamanan, konflik yang terjadi di Afghanistan juga melahirkan gelombang pengungsi yang tidak kecil.

Selama empat dekade terakhir, Faisal menyebut Pakistan sudah menerima lebih dari 3 juta pengungsi Afghanistan yang ditempatkan di berbagai kamp di perbatasan. Namun walau berada di kamp pengungsi, para pengungsi dari Afghanistan itu memiliki kebebasan untuk berpergian, mendapatkan pendidikan, dan berbisnis.

“Orang-orang Afghanistan sudah menjadi bagian dari masyarakat Pakistan. Tapi sumber daya Pakistan terbatas, kami negara berkembang, bukan negara maju yang bisa menerima begitu banyak pengungsi,” jelas dia.

Di Pakistan sendiri, mayoritas etnis Pashtun merupakan pengungsi. Para pengungsi juga memiliki anak dan cucu sehingga populasi mereka bertambah banyak. Pemerintah kemudian membuat sistem tersendiri untuk para pengungsi, mereka memiliki tanda pengenal khusus.

Untuk itu, Islamabad mendorong komunitas internasional menjalin hubungan dengan pemerintahan baru Taliban, demi menghentikan arus pengungsi. Pakistan juga berharap para pengungsi dapat kembali ke Afghanistan.

Pos terkait