Peluang Usaha : Budidaya Madu Kelulut, Tembus Harga Rp 200 Ribuan Per Setengah Liter

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai – Budidaya madu Kelulut atau dalam bahasa latinnya Trigona Itama ternyata dapat menjadi salah satu pilihan peluang usaha yang menjanjikan. Betapa tidak, madu Kelulut selain mudah dibubidayakan juga harganya yang cukup menggiurkan.

Adalah Noer Arief Afriandi warga kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang mengaku sudah 3 tahun membudidayakan lebah madu kelulut dan merasakan hasil dari pekerjaannya.

“Harga jualnya bervariasi mulai dari ukuran 80ml dengan harga Rp 50 ribu, 150ml harganya Rp 75 ribu, sedangkan ukuran 250 ml dijual Rp 120 ribu dan untuk ukuran paling besar 500 ml kami patok dengan harga Rp 215 ribu yang pasarkan melalui online,” jelasnya.

BACA JUGA:  Jeli Lihat Peluang Saat Pandemi, Guru Honorer Raup Jutaan Rupiah Perbulan

Menurutnya, membudidayakan Jenis lebah ini tidak menyengat dengan ukurannya kecil seperti lalat dan banyak bersarang di pohon ini sangat mudah dan hasil panennya cukup banyak.

“ Untuk setiap kali panen bisa menghasilkan 7 sampai 9 liter madu kelulut dalam seminggu,” terangnya.

Dirinya mengaku belajar membudidayakan madu Kelulut ini secara otodidak dan melihat di internet.

“Sejak tahun 2018 saya sudah membudidayakan lebah madu kelulut ini, itu terinsipirasi dari teman saya yang menawarkan madu kelulut, saya penasaran dan mencoba beli, setelah itu saya tertarik untuk membudidayakannya, selanjutnya saya pelajari dari media sosial dan langsung mendatangi tempat budidaya lebah kelulut,” ucap Afri, Jumat (24/9)

Adapun jenis lebah madu kelulut yang ia budidayakan terdapat 3 jenis lebah madu kelulut yaitu Jenis itama, drescery dan levicep.
“Untuk budidaya lebah madu kelulut ditempat saya sendiri sampai sejauh ini kurang lebih 30 log atau bibit yang tersebar diberbagai tempat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Budidaya Porang, Antara Peluang dan Tantangan

Ia juga menyampaikan, untuk tanaman pakan lebah madu kelulut sendiri adalah tanaman yang menghasilkan resin, nektar dan polen salah satunya adalah tanaman air mata pengantin yang bisa ditanam tidak jauh dari log atau tempat kelulut itu bersarang.

Lebih lanjut Afri juga mengajak kepada masyarakat HSU yang berminat untuk belajar ataupun ingin mencicipi madu kelulut bisa langsung datang ke tempatnya.

“Silahkan datang ke tempat saya jika ada masyarakat HSU yang mau mencicipi ataupun ingin belajar mengenai lebah madu kelulut, sebelumnya juga saya sudah adakan pelatihan tepatnya di desa Tambak Sari Panji yang mana pelatihan tersebut mengajarkan bagaimana pembudidayaan kelulut yang bisa diaplikasikan masyarakat, sampai sejauh ini Alhamdulillah masyarakat juga sudah bisa membudidayakannya sendiri,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Trakindo Hadirkan Motor Grader Terbaru CAT 120

Reporter: Darma Setiawan
Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait