Perhotelan di Banjarmasin Kembali Terancam Keterpurukan Setelah PPKM Ditetapkan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang diterapkan di Banjarmasin rupanya kembali mengancam dan membuat dunia perhotelan mulai mengalami keterpurukan.

Dalam PPKM itu tercantum sejumlah aturan yang diterapkan seperti berikut, Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan atau pelatihan) dilakukan secara daring atau online.

Kedua, Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH). Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Adapun yang termasuk sektor esensial yakni keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, dan industri orientasi ekspor.
Sementara ke empat, kegiatan sektor esensial pemerintahan yang memberikan pelayanan publik diberlakukan maksimal 25 persen Work From Office (WFO).

BACA JUGA:  Mengenal Bitcoin, Emas di Dunia Online

Selanjutnya, kegiatan sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, pupuk, semen, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar, dapat beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk menerapkan itu, hotel seperti Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) pun sebelumnya sudah melaksanakan prokes dengan baik, bahkan sampai melakukan poging untuk tiap-tiap kamar.

Menurut General Manager HBI, Eri Sudarisman selama ini tamu hotelnya sudah sepi, denganadanya PPKM diyakini bakal tambah terpuruk.

“Selama ini inapan di HBI hanya bisa mencapai 10 hingga 20 persen, hal itu karena kita banyak mengandalkan tamu dari luar Kalsel seperti Kalteng dan Kaltim serta beberapa daerah lainnya,” katanya.

BACA JUGA:  Bengkel Siap-Siap, Banyak Motor Mogok dan Rusak Akibat Banjir

Akibat menurunnya jumlah inapan ini, managemen hotel pun menurutnya terpaksa menyesuaikan upah staff dengan kondisi keuangan hotel.

“Tapi itu kita putuskan berdasarkan kesepakatan, dan yang terpenting kita usahakan tak ada lagi PHK, dan kita bertekat tetap menjalankan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Editor : Ahmad Yani

Foto: Ilustrasi

L

Pos terkait