Mengenal Lebih Dekat Van Der Pijl Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Kota Banjarbaru sebelumnya hanya nama sementara yang digunakan oleh Gubernur Dr. Murdjani untuk membedakannya dari Banjarmasin, karena “baru” berarti “baru” dalam bahasa Indonesia. Namun, nama itu melekat di antara orang-orang yang tinggal di kota ini dan secara bertahap menjadi nama resmi daerah tersebut.

Terletak dirangkaian perbukitan yang dikenal sebagai Gunung Apam. Luas kota ini 371.38 km2 atau 142.39 sq mi. Kota Banjarbaru memiliki populasi 199.627 pada Sensus 2010, dan perkiraan populasi resmi terbaru (per 2019) adalah 262.719 jiwa.

Banjarbaru adalah sebuah kota di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berjarak 35 kilometer (22 mi) tenggara dari kota Banjarmasin, sebelah utara Kabupaten Banjar (Martapura) dan sebenarnya merupakan perpanjangan dari kota tersebut. Kota terbesar kedua di provinsi ini setelah Banjarmasin, juga merupakan bagian dari wilayah metropolitan Banjarbakula.

BACA JUGA:  Mengenal Brigjen TNI Firmansyah Sang Putra Banua yang Pimpin Korem 101/Antasari

Pada tahun 1950-an, karena seringnya terjadi banjir yang mengganggu kegiatan pemerintahan di Banjarmasin, maka diusulkan untuk memindahkan ibu kota provinsi Kalimantan saat itu ke kota baru.

Pembangunan dan penataan kota ini dibantu oleh seorang arsitek keturunan Belanda bernama D.A.W. Van der Pijl berdasarkan konsep kota Eropa, yang menjelaskan banyaknya taman kota dan balai kota di pusat kota.

Namun, rencana relokasi Pemprov tidak pernah terealisasi sepenuhnya. Per April 2021, hanya kantor gubernur Kalimantan Selatan yang direlokasi, sementara parlemen masih di Banjarmasin.

L

Pos terkait