Sepenggal Cerita dibalik Kegiatan TMMD Ke 111 Kodim 1009/Plh

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Pelaihari – Terik panas matahari di lereng puncak gunung Desa Tanjung Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut siang itu terasa menyengat, padahal hujan baru saja usai mengguyur wilayah tersebut.

Dibawah sebuah pondok sederhana berukuran 4×4 meter persegi tampak 5 personil TNI bersama 2 orang warga sekitar tengah beristirahat seraya menyantap makan siang, mereka baru saja melakukan pekerjaan yang cukup berat, yakni membuka akses jalan dengan menembus hutan dan gunung dalam rangkaian kegiatan pra TMMD Ke 111 Kodim 1009/Pelaihari.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dari pemandangan tersebut, namun setelah mengetahui bahwa apa yang mereka santap saat itu hanyalah berupa 2 porsi nasi bungkus yang harus mereka nikmati secara bersama-sama barulah kita tersadar dan bertanya-tanya, ada apa gerangan ? terlebih dengan melihat pekerjaan yang baru saja mereka lakukan pastilah porsi tersebut sangat jauh dari kata cukup.

BACA JUGA:  Dewan Hakim dan Juri MTQ Nasional Ke-15 Balangan Ikuti Orientasi

Rasa penasaran dan tanda tanya seketika berubah menjadi rasa haru dan kagum dengan semangat jiwa korsa yang mereka tunjukan setelah mengetahui bagaimana ceritanya hingga mereka hanya punya 2 porsi nasi bungkus untuk 7 orang.

Siang itu Serma Sutapa yang bertugas dibagian logistik kegiatan TMMD Ke 111 Kodim 1009/Plh seperti biasa berangkat menuju beberapa posko untuk mengantarkan menu makan siang rekan-rekannya sesama anggota TNI dan beberapa warga sekitar yang tengah menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Dua buah bekas karung beras yang sudah di rangkai sedemikian rupa diletakan Serma Sutapa di jok belakang sepeda motor dinasnya, tugas beratpun siap dilaksanakan.

Ya, tugas tersebut memang terbilang cukup berat, kondisi dan medan jalan yang dilewati guna mengantar logistik makanan tersebut bisa dikatakan sangat ekstrim, jalan berlumpur yang berkelok-kelok serta menanjak menjadi tantangannya, di bagian sisi kanan terdapat tebing tanah yang cukup terjal, sementara itu di sisi kiri telah menghadang jurang yang sangat curam, belum lagi dirinya juga harus melintasi dua sungai yang ketinggian airnya tidak bisa di prediksi karena bisa berubah sewaktu-waktu tergantung intensitas hujan yang terjadi.

Pos terkait