Anisah menyebut rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari keluarga Nasional ke – 28 tingkat kabupaten HSU tahun 2021 ialah pemberian penghargaan dari kepala BKKBN Pusat Bapa dr. Hasto Wardoyo untuk kabupaten HSU sebagai pelaksana pendataan keluarga tahun 2021 tercepat mencapai 100 persen di provinsi Kalimantan Selatan.
“Adapun capaian pelayanan KB sejuta Akseptor sebesar 2505 Akseptor atau sekitar 133,60 persen dari target 1.875 akseptor yang diberikan perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel.”
Selain itu Lomba lomba program bangga kencana diantaranya lomba bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, PIK remaja, orang tua hebat, PPKBD, Sub PKBD, SSK, Pemilikan Duta Genre, dan KB lestari.
Selain itu Bupati HSU H. Abdul Wahid HK, mengatakan Peringatakan hari keluarga merupakan simbol penghargaan terhadap keluarga Indonesia, yang telah melakukan partisipasi aktif dalam program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan Keluarga di Indonesia.
“Peringatan ini dimaksdukan sebagai bentuk apresiasi bagi para pengelola program keluarga berencana dan pembangunan keluarga sejahtera mulai dari tingkat lapangan sampai dengan pusat, serta bagi para mitra kerja program kependudukan dan keluarga berencana.”
Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran para anggota keluarga untuk senantiasa berupaya memperbaiki kualitas kehidupan keluarga secara berkelanjutan, sehingga akan membentuk dan mewujudkan keluarga – keluarga yang harmonis keluarga lestari, keluarga yang berkarakter, keluarga yang sehat, keluarga yang sejahtera, keluarga yang tegar dan keluarga yang Tangguh menghadapai permasalahan kehidupan, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.
“Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk kita diingatkan agar selalu berusaha sekuat tenaga untuk menerapkan fungsi, fungsi keluarga, seperti fungsi keagamaan, fungsi kesehatan, fungsi kasih sayang, fungsi pendidikan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi, fungsi budaya, fungsi ekonomi sampai pada fungsi pelestarian lingkungan.”




















