Juli 2021 , SMAN 2 Banjarmasin Laksankan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Setelah pemerintah mengumumkannya seluruh satuan pendidikan atau sekolah bisa membuka pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru Juli 2021, sejumlah sekolah di tanah pun mulai berbenah-benah melakukan persiapan.

Salah satunya adalah SMA Negeri 2 Banjarmasin. Sebagai salah satu sekolah terbaik penyelenggara pembelajaran daring, Smada Banjarmasin tengah mempersiapkan diri dengan persiapan berupa sarana dan prasarana, bahkan penerapan protokol kesehatan pada masing masing kelas belajar sudah mulai dilengkapi.

“ Insya Allah sekolah kita sudah siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas. Saat ini yang sudah kita persiapkan seperti sarana protokol kesehatan dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku dari pemerintah,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarmasin H. Mukeniansyah, S.Pd, M.I.Kom, saat memberikan sambutan pada kegiatan rapat pembagian raport kenaikan kelas, Sabtu (25/06/2021).

BACA JUGA:  Banjarmasin Tuan Rumah Debat Kandidat Caketum PB PMII dan PB Kopri

Lebih jauh menjelaskan, kesiapan tersebut sudah dilakukan beberapa bulan lalu menyusul terbit surat edaran Kemendikbud tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022.Secara teknis PTM akan dilaksanakan dengan menerapkan metode pembelajaran online atau daring dan offline atau luring.

“Kesiapan tersebut meliputi sosialisasi tentang covid 19 dan vaksin yang melibatkan pihak puskesmas.Kegiatan vaksinasi kepada seluruh guru dan warga sekolah. Kami juga membentuk satgas internal terkait persiapan pelaksanaan PTM dan kelengkapan fasilitas pendukung sesuai prokes,” ujar H. Mukeniansyah didampingi Wakasek bidang Akademis – Fauzi Rahman, M.Pd,

Untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) diakui Mukeni tidak segampang yang dibayangkan. Karena harus betul-betul matang direncanakan termasuk persetujuan orangtua siswa. Pihaknya pun terus melakukan kajian dan tetap membuka diri untuk perbaikan-perbaikan proses pembelajaran tatap muka sebaik mungkin.

BACA JUGA:  Anggaran Dana Cadangan Pilkada Kalsel 2024 Capai Rp 200 Milyar

“Banyak syarat yang harus kita penuhi sebelum melaksanakan PTM. Jadi tidak segampang yang kita bayangkan sebelumnya. Meskipun dari survey yang telah dilakukan mayoritas setuju, namun kita juga memperhatikan suara orangtua yang tidak setuju dilaksanakannya PTM,” imbuhnya.

Sebelumnya melalui keputusan bersama empat menteri menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah mengumumkan seluruh satuan pendidikan atau sekolah bisa membuka pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru Juli 2021.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pun menyebutkan sejumlah alasan kebijakan pembelajaran tatap muka secara terbatas harus dilakukan. Pertama adalah vaksinasi para pendidik dan tenaga pendidik. Kedua, mencegah lost of learning karena kondisi pendidikan di Indonesia sudah tertinggal dari negara lain selama pandemi ini.

BACA JUGA:  Saut Nathan Samosir Sambangi Korban Kebakaran di Kuin Cerucuk

Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait