Wartaniaga.com, Tanah Bumbu- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan himbau masyarakat perbatasan lebih mentaati protokol kesehatan.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi menjelaskan penerapan protokol kesehatan harus lebih diperhatikan, mengingat kasus virus Corona Varian baru (Delta) sudah terdeteksi masuk ke Kalimantan.
“Ada 10 provinsi di Indonesia terkait lonjakan tren kasus aktif penularan COVID-19 dan itu salah satunya ada di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Paser (Kaltim) sangat berdekatan dengan Sengayam (Kotabaru), oleh karena itu seluruh masyarakat yang tinggal di daerah rawan penularan perlu waspada terhadap tingginya kasus lonjakan dari virus corona varian baru.
“Kaltim itu berbatasan langsung dengan Kotabaru dan Tanah Bumbu, saya himbau masyarakat agar prokes jangan sampaikan dilonggarkan,” beber Paman Yani sapaan akrabnya.
Secara terpisah, Kepala Desa Sukamaju, Sukmo Riyanto menyebutkan Puskesmas bersama warga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 tingkat desa dalam rangka mencegah, mengantisipasi dan memproteksi terjadinya penularan COVID-19.
“Kami sudah mengetahui adanya virus varian baru. Maka dari itu, kami selaku pemerintah desa selalu rajin mensosialisasikan kepada warga agar tetap menerapkan prokes serta rutin melakukan penyemprotan,” jelasnya.
Untuk diketahui, data yang tercatat melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Jawa Tengah (Jateng) menjadi penyumbang terbanyak dalam temuan kasus varian baru yakni mencapai 76 kasus.
Sedangkan untuk DKI Jakarta terdapat sekitar 48 kasus, Sumatera Selatan (Sumsel) hanya 4 kasus. Sementara, Jawa Timur (Jatim) 3 kasus, Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 3 kasus dan Kalimantan Tengah (Kalteng) 3 kasus sejak 15 Juni 2021 lalu.
Reporter:Ahmad Syarif
Editor: Aditya




















