Kami masih belum mengerti perihal evaluasi, ini evaluasi apa sekaligus penerimaan baru. Jika evaluasi maka yang akan bekerja adalah para tenaga kontrak yang ada dan lulus dalam penjaringan.
“Kalau evaluasi tapi ternyata banyak orang baru yang masuk, itu berarti penggantian para honor/tenaga kontrak yang ada dengan orang baru,” ketusnya.
Sebagaimana diketahui, dua alasan yang disampaikan Bupati Balangan, H Abdul Hadi yang berhubungan dengan nasib para tenaga kerja kontrak, yakni adanya rencana perampingan SKPD serta adanya pemborosan anggaran berkisar Rp86 Milyar setahun untuk belanja tenaga kerja kontrak.
Namun begitu, ia pun berharap para tenaga kontrak yang merupakan putera dan puteri daerah tetap optimis terjaring dalam tahap evaluasi, jika memang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pekerjaannya.
“Kami mohon banyak pengertian kepada masyarakat, terutama para tenaga kontrak. Yakinlah, jika kalian punya kapasitas dan kapabilitas, tentu akan tetap terjaring dan bekerja di instansi pemerintahan. Dan secara pribadi kami pun tidak menghendaki adanya evaluasi tersebut,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Reporter : Siti Nur Jannah
Editor : Aditya



















