Bagi yang tidak mempunyai tempat yang luas atau lahan yang dekat dengan sungai atau irigasi menjadi sulit untuk membudidayakan ikan, tapi dengan sistem Bioplok kesulitan tersebut bisa teratasi.
“Kami melihat budidaya ikan lokal kebanyakan masih menggunakan dengan menggunakan lahan yang luas dan dekat dengan sumber air yang mengalir. Bagi mereka yang juga ingin membudidayakan ikan tetapi tidak punya lahan yang luas atau dekat dengan sumber air, sistem bioplok inilah jawabannya,”ujar Darmawan Jaya, mantan orang nomor satu di kota Banjarbaru ini.
Sementara itu, owner de Papiyu Farm, Hilmi Arifin mengungkapkan sistem Bioplok sudah lebih 6 tahun dikembangkan olehnya, mempunyai banyak keuntungan selain penggunaan lahan yang tidak terlalu luas, cukup di belakang rumah atau di samping rumah dengan ukuran 2 meter persegi sudah bisa membudidayakan ikan sebanyak 500 ekor untuk ikan papuyu (betok,betik).
“Pembudidayaan dengan sistem Bioplok sangat menguntungkan akan tetapi hanya sebagian orang yang tahu dengan cara ini, padahal bernilai ekonomis tinggi selain menghemat lahan juga hemat tenaga kerja,” terang Hilmi.
Pelatihan angkatan pertama ini akan diselenggarakan secara gratis bertempat di Hunian Islami Kota Santri Jalan Guntung Manggis Raya RT 18 RW 03 kota Banjarbaru. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa kontak whatapps, Ida Khairunisa di nomor 0821-5363-2021 tanpa dipungut biaya alias gratis.
Adapun pelaksanaan pada hari Sabtu tanggal 29 Mei 2021 dari pukul 08.00-12.00 Wita dan setiap peserta akan mendapatkan setifikat dan snack gratis.
Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Nirma Hafizah




















