Wartaniaga.com, Kotabaru- Kawasan hutan di Desa Tirawan, Pulau Laut Sigam, Kotabaru resmi ditetapkan sebagai kawasan konservasi alam yang dilindungi.
Hal tersebut sesuai aturan resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, dengan adanya peraturan yang dikeluarkan oleh pusat. Maka, tentu seluruh lapisan masyarakat, penggiat hingga stakeholder lainnya untuk ikut bersinergi dalam menjaga kelestariannya.
“Kalau dari aturan pusat memang daerah ini sampai diatas pucak gunung Desa Tirawan adalah kawasan konservasi dan merupakan hutan lindung,” beber Paman Yani sapaan akrabnya
Paman Yani juga menegaskan untuk bersama menjaga kelestarian alam, dikarenakan hutan sebagai paru-paru dunia, apalagi menyimpan panorama alam yang asri dan indah.
“Hutan lindung memang tidak boleh dipergunakan dalam hal merugikan, kecuali tanaman yang ditanam oleh warga sekitar sini bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Selain itu, dirinya juga mengungkapkan Kabupaten Kotabaru mengalami krisis ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau dilakukan pertambangan, selesai sudah. Hal ini juga bisa membuat masyarakat menjadi kesusahan untuk mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Disamping itu, untuk menuju lokasi ke Desa Tirawan, Pulau Laut Sigam. Diungkapnya, terdapat lubang besar dipinggir jalan yang membuat dirinya miris untuk menyaksikan keindahan alam terbuka hijau ini.
“Dihadapan mata, ada lubang besar begitu, saya merasa sedih. Harusnya dari dulu, Kotabaru ini tidak boleh diapa-apain. Kalau mau bercocok tanam, berkebun tidak masalah tapi kalau sudah mengkeruk isi bumi kedepan turun terus turun akhirnya tenggelam,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tirawan, Sabrani mengatakan, terkait hutan lindung di desa tersebut. Dirinya menyebutkan, ada sekitar enam hektar yang telah dibebaskan dan mendapat izin dari Kementerian KLHK RI untuk dimanfaatkan. Sehingga, tidak menjadi permasalahan untuk kedepannya.
“Jadi untuk membuat usaha tidak masalah lagi,” katanya.
Berkaitan itu, dirinya berterima kasih banyak dan bersyukur juga kepada paman Yani karena sudah memperjuangkan bahkan sebelum jadi anggota DPRD Kalsel.
Editor : Aditya



















