Wartaniaga.com, Pelaihari – Selama ini para petani sawit bergantung kepada pabrik untuk menjual tandan buah segar ( TBS ) saja, hal tersebut tentu memiliki resiko harga yang sangat fluktuatif, padahal kelapa sawit sendiri bisa menjadi salah satu komoditi andalan untuk agroindustri di Indonesia.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Imam Suprastowo menuturkan Lebih dari 65 persen produksi kelapa sawit Indonesia diekspor dalam bentuk minyak mentah sawit atau Crude Palm Oil (CPO), hal tersebut berbeda dengan negara tetangga kita Malaysia, dimana 80 persen produksi mereka diekspor dalam bentuk produk yang memiliki nilai tambah, hasil dari kreasi industri hilir, dimana Industri hilir Malaysia mampu mengolah CPO menjadi lebih dari 120 jenis produk yang bernilai tambah tinggi, untuk itulah dirinya berharap petani sawit Indonesia kedepannya harus mampu mengolah sendiri produk sawit dan turunannya agar lebih berdaya guna.

Lebih lanjut Imam mengungkapkan, selain minyak sawit, sedikitnya ada 9 produk yang bisa dihasilkan dengan bahan baku dari kelapa sawit, yakni fatty acids, bisa juga jadi Crude Palm Oil ( CPO ), Palm Kemel Oil ( PKO ), Refined Bleached Deodorized Palm Oil ( RBDPO ), Palm Fatty Acid Distillate ( PFAD ), Olein dan Stearin, dari sembilan produk tersebut nantinya bisa dikembangkan kembali menjadi ribuan jenis bahan dan produk untuk kebutuhan manusia.
” Selain minyak goreng bisa juga di buat menjadi margarin, bahan campuran susu, es krim, kue dan lain sebagainya ” ucap politikus dari PDI Perjuangan tersebut.
Ditegaskannya bahwa untuk mengolah produk sawit dan turunannya tidak mesti harus menggunakan mesin-mesin raksasa, sebagian besar justru dapat digerakkan melalui pembentukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pengolahannya.
Menurutnya program replanting dari pemerintah juga bisa dimanfaatkan, sebagaimana diketahui pada program replanting pohon sawit ditebang, batang dari sawit tersebut masih bisa menghasilkan gula merah, kompos dan berbagai campuran produk makanan lainnya.
” Potensi pengolahan sawit dan turunannya bukan hanya dibidang makanan, tapi juga obat-obatan dan kosmetik yang bernilai ekonomis ” jelasnya.
Penulis : Tony Widodo



















