Ia menambahkan, adapun untuk harga meubel eceng pihaknya mematok harga mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 6 juta tergantung model desain dan motif pesanan.
Untuk bahan baku sendiri, ia mengaku membeli eceng gondok dari masyarakat di sekitar desanya yang merupakan kawasan rawa, meski dirasakan masih kekurangan bahan baku lantaran masyarakat tidak rutin mencari tanaman eceng gondok tersebut.
Yannor berharap melalui sejumlah bimbingan pelatihan, jumlah pengrajin terlatih di Kabupaten HSU nantinya semakin banyak untuk menghasilkan produk kerajinan yang sesuai dengan selera pasar.
Sementara, Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop HSU, H M Yani mengatakan, disamping program peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah perajin yang dirasakan masih minim.
“Kegiatan pelatihan ini dalam rangka untuk menambah wawasan generasi muda, termasuk kita masukkan para wanitanya untuk membuat anyaman ilungnya sementara laki-lakinya belajar membuat rangka meubelnya” kaya Yani.
Karena kekurangan para pengrajin, Ia berharap melalui bimbingan pelatihan ini, kedepannya para peserta dapat juga membuat KUB serupa di desa masing-masing yang saling bermitra dengan KUB Kembang Ilung.
Reporter : Darma Setiawan
Editor : Nirma Hafizah




















