Industri  Eceng Gondok HSU. Potensi Besar, Pengrajin Kurang

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai- Besarnya potensi pemanfaatan eceng gondok atau “ilung” dalam bahasa Banjar, menjadi berbagai macam kerajinan khususnya meubel eceng, tak sebanding dengan jumlah pengrajin yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Hal ini dibenarkan Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kembang Ilung, Supian Noor saat menjadi Instruktur pelatihan pembuatan meubel eceng di Desa Bayu Hirang Kecamantan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Rabu, (7/4).

Yannor sapaan akrabnya, menyebut selama ini KUB Kembang Ilung kewalahan memenuhi permintaan pembeli dari luar daerah khususnya terhadap produk kerajinan eceng gondok.

Karena kekurangan tenaga pengrajin, ia berharap agar para peserta pelatihan selama ini yang di inisiasi Dinas Perindustrian  Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten HSU pada akhirnya dapat memiliki keterampilan yang diperlukan khususnya dalam pembuatan meubel eceng.

BACA JUGA:  Jalin Silaturahmi dan Kembangkan Usaha, Komunitas Wirausaha FB Gelar Kodar

“Saya tidak kawatir keterampilan ini diajarkan kepada para peserta pelatihan, karena selama ini kita masih kekurangan pengrajin, padahal permintaan sangat banyak datang dari luar daerah,” katanya.

Padahal lanjut Yannor, pernah satu ketika datang permintaan pembuatan meubel eceng sampai ribuan unit perbulan dari China bahkan Eropa, namun karena kekurangan pengrajin, tentu dari permintaan tersebut tidak dapat disanggupi oleh pihaknya.

Selain itu, karena kekurangan pengrajin tentunya pihaknya hanya dapat melayani pesanan pembeli dari dalam daerah dan luar daerah dengan jumlah yang terbatas.

” Kadang ada pesanan satu hingga satu setengah bulan baru selesai karena banyak pesanan, untuk pesanan dari hampir daerah-daerah di Indonesia pernah, seperti pulau Jawa, Sulawesi sampai Lombok,” bebernya.

L

Pos terkait