Habib Ali memberikan contoh faedah yang dirasakan di era kepemimpinan Gubernur Sahbirin Noor atau Paman Birin. Kalsel memiliki destinasi wisata Kiram dan wisata religi masjid bambu, mempunyai bendungan Tapin dan mempunyai bandara internasional Syamsudin Noor serta banyak lagi.
“Kadang seorang dosen belum tentu bisa mengerjakan pekerjaan lapangan dan begitu juga sebaliknya kadang orang lapangan memang tidak jago pidato layaknya seorang dosen namun masing-masing mereka punya kelebihan di bidangnya masing masing dan dari itulah Islam mengajarkan jika suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya maka tunggulah kehancurannya,” cetusnya.
Habib Ali berpesan, mari sama-sama kita jaga Kalimantan Selatan sebagai daerah yang damai agamis dan kekeluargaan jangan saling serang apalagi melarang atau menakut-nakuti terkait pembagian sembako atau sembako di dalam bakul paman.
selama pemberian bakul tidak ada janji politik, misalnya penerima bakul harus wajib memilih salah satu pasangan itu menurut saya rasanya sah-sah saja, apalagi di saat kondisi ekonomi masyarakat seperti ini bantuan para dermawan sangat di perlukan oleh masyarakat kecil.
“Ingat jangan takut menerima sumbangan sembako baik di dalam bakul maupun di dalam tas plastik, karena sudah jelas pada putusan MK bakul tidak jadi masalah, selama pembagian bakul tersebut tidak mewajibkan anda memilih seseorang,” tegas Habib Ali.
Habib Ali Zainal Abidin Al Ahdal juga mengharapkan semoga PSU ini berjalan dengan lancar aman dan damai.
“Gunakan hak suara kita jangan sampai golput atau tidak memilih karena menggunakan hak pilih untuk memilih pemimpin yang bersih amanah dan berpengalaman wajib hukumnya buat kita selaku masyarakat yang akan mereka pimpin,” tutup alumni Pondok Pesantren Pamangkih, Al Falah dan sarjana ilmu hukum UIN Antasari serta Ketua Yayasan sekolah Islam Al Azhar Cabang ke : 37 & 47 Banjarbaru yang bekerjasama dengan Al Azhar Kebayoran Jakarta itu.
Editor : Aditya




















