Bersama Kepala Daerah se Kalsel, Bupati HSS Tandatangi Komitmen Bersama

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarbaru- Bupati Hulu Sungai Selatan ( HSS) Drs H Achmad Fikry mengikuti penandatangan komitmen kepala daerah se Kalimantan Selatan di gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (19/4).

Rakor ini dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tindak lanjut program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi pada Pemerintah Daerah di wilayah Kalimantan Selatan, yang mana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal mengatakan dilihat dari indeks persepsi korupsi dunia di tahun 2021 ini, Negara Indonesia termasuk yang mengalami penurunan. Namun penurunan angka itu tidak menjadikan Negara kita masuk dalam kategori yang baik dalam penanganan korupsi.

BACA JUGA:  Ingin Cetak Pemain Sepakbola Profesional berlevel Nasional Haji Iyun gandeng Legend Barito Putera

“Jadi indeks persepsi korupsi kita saat ini di angka 37. Dari angka Transparency International yang memiliki skala 0-100, angka 37 itu artinya secara nasional kita masih dikategorikan belum cukup baik. Untuk itu, usaha ini akan kita lakukan terus-menerus, bersama-sama sehingga pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota terus melakukan upaya untuk mencegah dampak buruk terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, akibat dampak buruk dari korupsi,” ujarnya.

Mengkorupsi keuangan daerah itu menyebabkan iklim investasi di daerah menjadi tidak sehat karena negara-negara maju sangat terganggu dengan pola investasi yang tidak sehat, para investor biasa akan melakukan studi untuk mengetahui daerah tujuan investasinya bersih atau tidak dari tindakan korupsi. terangnya.

BACA JUGA:  Harlah PKB ke-22, Prioritaskan Melayani Masyarakat

Pj. Gubernur Kalsel mengatakan tindakan korupsi ini dapat dihindari melalui kemampuan literasi dan pengetahuan yang baik seseorang terhadap proses sebuah kegiatan, sehingga dapat diketahui mana yang boleh dilaksanakan, dan mana yang tidak boleh dilaksanakan, bahkan dengan memiliki pengetahuan tersebut, bisa ditularkan kepada orang lain.

L

Pos terkait