Ka Rutan Plh Berharap Habis Gelap Terbitlah Terang

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Pelaihari- Menjadi warga binaan di Rumah Tahanan Negara tentu tidak pernah diharapkan dan di impikan oleh siapapun, garis tangan dan perjalanan hidup manusia adalah merupakan rahasia Sang Pencipta.

Seperti halnya yang dialami oleh Yuliansah warga Desa Pandan Sari Kintap, dirinya terpaksa menjalani sebagian hidupnya sebagai warga binaan di Rutan Klas IIB Pelaihari akibat terjerat kasus Narkoba dan jatuhi vonis 5,4 tahun penjara ditambah dengan subsider 2 bulan.


Meskipun berada di dalam Rutan dengan menyandang status warga binaan ( Narapidana ), Yuliansyah tidak lantas kehilangan haknya sebagai seorang
warga negara Indonesia, salah satunya adalah memperoleh pendidikan.

Yuliansyah bersama beberapa orang rekannya sesama warga binaan secara rutin mengikuti kegiatan belajar yang memang merupakan salah satu program pembinaan di Rutan Pelaihari, hingga akhirnya pada Rabu ( 17/3 ) dirinya bersama 11 orang WBP lainnya mengikuti ujian kejar paket.
” Saya ikut ujian Paket C, semoga lulus dan mendapatkan ijazah, jadi pas keluar nanti bisa untuk mencari kerja yang lebih baik ” harap Yuliansyah.

BACA JUGA:  BKMT Serahkan 196 Paket Sembako di Dua Desa Korban Banjir

Kepala Rutan Klas II B Pelaihari Budi Suharto menuturkan, pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket B dan C bagi WBP di Rutan Pelaihari bekerjasama dengan Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar ( SPNF SKB ) Pelaihari.

Sebanyak 12 WBP mengerjakan soal ujian berbasis komputer selama 5 hari dengan mata pelajaran umum, sama seperti mata pelajaran di pendidikan formal seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah dan Bahasa Inggris. Selama proses ujian para WBP tersebut selalu didampingi dan diawasi oleh petugas SKB dan petugas Rutan.
” Yang mengikuti ujian kejar paket ini sudah dipilih melalui seleksi riwayat pendidikan dan kelengkapan syarat administrasinya, 9 orang ujian Paket C dan 3 orang ujian Paket B ” jelas Budi Suharto.

BACA JUGA:  Kapolda Kalsel Resmikan Mesjid Al Hidayah Polres HSU

Lebih lanjut Kepala Rutan yang banyak melakukan gebrakan serta inovasi-inovasi kegiatan pembinaan di Rutan Klas II B Pelaihari tersebut menambahkan, keikutsertaan 12 WBP dalam ujian paket adalah merupakan salah satu wujud dan tugas Rutan Pelaihari untuk memfasilitasi dalam memenuhi kebutuhan hak-hak WBP sesuai Peraturan Pemerintah ( PP ) No 32 Tahun 1999, salah satunya adalah dalam memperoleh pendidikan, apalagi banyak dari WBP yang usianya masih produktif.
” Kita berharap setelah bebas nanti mereka sudah memiliki ijazah yang bisa digunakan untuk mencari penghidupan yang lebih baik, berbaur kembali bersama masyarakat, ibarat pepatah habis gelap terbitlah terang, dan yang paling penting tidak kembali lagi kesini untuk menyandang status WBP ” harapnya.

BACA JUGA:  3 Warga Terjaring Saat Ops Yustisi Penerapan Prokes di Amuntai Tengah

Penulis : Tony Widodo

Pos terkait