Hiswana Migas Sebut Stok Elpiji 3 Kg Normal

  • Whatsapp
Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Syaibani

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel, menyebut ketersedian stok elpiji 3 kg sudah normal.

Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Syaibani mengungkapkan distribusi gas melon tersebut sudah tidak masalah pasca banjir beberapa waktu lalu.

” Terkait dengan tersedianya Elpiji 3 kg saat ini mulai normal salah satunya karena dibukanya akses jalan Gubernur Syarkawi sehingga membantu kelancaran distribusi ke agen-agen diseluruh Kalsel,” ujanrnya, Sabtu (6/3).

Sebelumnya di Kalsel terjadi kelangkaan gas Elpiji 3 kg ini, hal ini dikarenakan karena pendistribusian yang kurang lancar akibat banjir yang melanda dihampir seluruh kabupaten kota di Wilayah ini beberqpa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah saat ini pendistribusian berjalan dengan sangat lancar dan melebuhi dari distribusi standar, biasanya dari 300 – 350 ton perhari sekarang sudah melampaui 400-450 ton perhari. Dan yang lebih menggembirakan oleh kami tersedianya gas elpiji di SPBU dengan stok-stok non subsidi,” papar Syaibani.

BACA JUGA:  Kepala Desa Penggalaman Motori Warganya Cegah Corona

Terpantau dilapangan saat ini sudah tidak terlihat lagi kerumunan masyarakat untuk mendapatkan si melon ini .

Adanya surat edaran dari Pj Gubernur Kalsel Drs Syafrizal MSi menyampaikan kepada ASN, TNI Polri, Pelaku Usaha Kecil dan Menengah, Rumah Tangga Restoran dan Catering Perhotelan dan usaha lainnya dilarang untuk menggunakan gas 3kg bersubsidi.

Menurutnya, kenaikan harga dimasyarakat bukan dilakukan oleh agen dan pangkalan. Tetapi oleh pedagang dadakan yang mengambil kesempatan dalam situasi pandemi ini dengan kebutuhan dan ruang lingkup terbatas sehingga melakukan hal tersebut.

Untuk quota pada tahun 2021 bertambah menjadi 3000 metrikton pertahun yang dibagi keseluruh kabupaten kota di Kalsel yang dibagi oleh Pertamina sedangkan Hiswana Migas hanya menyalurkan saja dengan ketentuan harga yang sesuai dengan ditentukan oleh pemerintah.

BACA JUGA:  DPMPTSP Kesulitan Tangani Ijin Usaha Mati

“Sementara untuk kuota non subsidi tidak dibatasi sehingga stok selalu mencukupi dimasyarakat,” ucapnya.

Peningkatan dibanding tahun sebelumnya sekitar 7% untuk wilayah Kalsel dan itu juga tergantung dari perwakilan DPRD dipusat dalam ketersedian dan loby untuk mendapatkan kuota yang lebih.

Selain itu, kewenagan dari pemerintah kota dan kabupaten melalui data masyarakat miskin yang uptodate dari masing-masing daerah. Berapa keperluan masyarakat dalam penggunaan elpiji 3 kg yang bersubsidi agar jangan sampai kurang atau salah penggunaan.

“Kami juga menghimbau agar dilibatkan ulama dan tokoh masyarakat dalam mengedukasi pemakaian dan penggunaan gas LPG 3kg ini yang jelas-jelas penggunaanya untuk orang miskin, jadi ada semacam beban moral yang harus ditanamkan kepada masyarakat yang benar-benar sesuai hak dan peruntukannya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Peduli dan Berbagi YN'S Center Terus Berikan Bantuan di Momen Jumat berkah

Reporter : Edy Dharmawan
Editor : Aditya

Pos terkait