Jokowi Minta Setiap Daerah Waspada Karhutla

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Amuntai – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Wahid HK bersama unsur Forkopimda HSU serta SKPD terkait, mengikuti Video Conference arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dengan agenda Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Mess Negara Dipa, Senin (22/2).

Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh kepala daerah serta TNI/Polri untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana Karhutla didaerahnya masing – masing.

“Perencanaan yang matang, yang detail, sinergi semakin kuat dan eksekusi lapangan yang semakin efektif.” ucap Jokowi.

Ia juga mengatakan, berdasarkan laporan BMKG tahun 2021 sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih mendapatkan hujan menengah tinggi hingga bulan April, La-Nina masih akan bertahan hingga semester satu ini.

BACA JUGA:  Hari Amal Bakti ke-75, Usung Tema Indonesia Rukun

“Bulan Mei diperkirakan akan menjadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau, tapi kita harus tetap waspada, jangan lengah.” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, dirinya sudah mendapatkan laporan kebakaran hutan dan lahan telah mulai terjadi sejak akhir Januari dibeberapa daerah.

“Di daerah Riau sudah terjadi 29 kejadian (Karhutla),”kata Jokowi.

Sitambahkannya, pada bulan Mei hingga Juli sebagian Kalimantan dan Sulawesi juga berpotensi terjadi Karhutla, puncaknya dibulan Agustus dan September.

“Kita ini harus tau betul – betul puncaknya kapan sehingga persiapannya dimulai dari sekarang.” ujar Jokowi.

Dirinya juga menekankan kepada seluruh kepala daerah dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yaitu yang pertama prioritaskan upaya pencegahan, kedua menejemen lapangan harus terorganisasi, ketiga mencari solusi permanen mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan untuk kedepannya, keempat penataan ekosistem gambut dan yang kelima jangan biarkan api membesar.

BACA JUGA:  Pemkab Tala Bagikan Ratusan Rumah Swadaya

“Saya minta langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi, penegakan hukum yang tegas kepada siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan baik itu milik korporasi maupun dimasyarakat,”pungkasnya.

Reporter : Darma Setiawan
Editor : Aditya

Pos terkait